oleh

Tim Freestyle Lampung Tembus Top 8

TIM Gegoh Gawoh Freestyle Lampung gagal menjadi meraih hasil terbaik pada kejuaraan Indonesia Freestyle Football Competition (IFFC) 2018 yang digelar di Pluit Village Jakarta, 8-9 September. Bahkan posisi runner up katagori pro yang selama dua tahun diraih secara berturut-turut akhirnya lepas. Tim GGFL hanya mampu meraih posisi Top Eight lewat penampilan Fajar Firmansyah dan Abdi.

Sementara pada kelas Rookie (pemula), tim GGFL hanya mampu berada pada posisi enambelas besar lewat penampilan Daviq dan Anis.

Tim GGFL menerjunkan delapan penampilnya, antara lain Yhaya, Imam, Fajar, Abdi, Anis, Daviq, Agung dan Deni. Anis adalah satu-satunya penampil perempuan yang diboyong GGFL ke Jakarta. Ia adalah guru mengaji di Panjang dan selalu tampil dengan kostum muslimah.

Baca Juga :  Komisi III Soroti Proses Lelang dI UKPBJ Pringsewu

Meski berhijab, Anis tampil manis dan mendapat tepuk tangan meriah penonton saat tampil pada kelas pemula. Top 16 yang diraihnya bersama Daviq merupakan angin segar bagi perkembangan kaderisasi freestyle di Lampung.

“Persaingan tahun ini sangat ketat. Ke depan kami harus lebih sering lagi mengikuti kejuaraan. Hasil tahun ini memang tak sebaik sebelumnya. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk berlatih lebih giat lagi,” ujar Fajar.

Sementara owner Haluan Lampung Group, Hengki Ahmat Jajuli meminta tim GGFL terus giat berlatih sekaligus melakukan kaderisasi, melahirkan bibit-bibit baru lebih banyak lagi.

“Perlu kita pikirkan bersama, saatnya nanti Lampung punya agenda kejuaraan sendiri. Saya mau freestyle di Lampung berkembang, disukai semua kalangan,” tegasnya. (iwa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed