oleh

Warga Laporkan Direktur Pengembang Gadaikan Tanah Bangunan

BANDARLAMPUNG – Belasan konsumen pemilik sertifikat tanah dan bangunan tak terima sertifikat aset mereka ini digadaikan oleh Direktur PT Ghalaz Sukses Perkasa, Wintoro Ari Prastiawan kepada PT Verena Multi Finance Tbk di Jakarta, sehingga mengadukannya ke Polresta Bandarlampung.

Erick Subarka, kuasa hukum warga, di Bandarlampung, Selasa, menjelaskan sebanyak 13 korban melaporkan PT Ghalaz Sukses Perkasa yang telah menggadaikan puluhan sertifikat tanah milik warga Perumahan Griya Sentra Pesona.

“Sertifikat tanah rumah dan bangunan rumah subsidi milik 65 warga ini digadaikan oleh Direktur PT Ghalaz Sukses Perkasa kepada PT Verena Multi Finance yang ada di Jakarta,” ujarnya pula.

Belasan konsumen pemilik sertifikat tanah dan bangunan warga Kali Khairil Anwar, Gang Batu Besar, Perumahan Griya Sentra Pesona, Palapa 3, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung telah melaporkan PT Ghalaz Sukses Perkasa dan PT Verena Multi Finance Tbk ke Mapolresta Bandarlampung, Senin (10/9).

Baca Juga :  Mingrum Gumay Angkat Bicara Terkait Perjalanan Dinas Anggota DPRD

Erick menuturkan, ada sekitar 35 warga yang saat ini menjadi konsumen membeli Perumahan Griya Sentra Pesona dan sebagian besar telah dilunasi dan sudah menerima berkas PPJB atau perjanjiannya.

“Tapi, ternyata sertifikatnya digadaikan oleh Direktur PT Ghalaz Sukses Perkasa ke perusahaan leasing. Nah inilah yang kami laporkan,” katanya pula.

Menurut Erick, tanah beserta bangunan tersebut ditempati warga sejak tahun 2015 hingga 2016. Namun, pada sekitar tahun 2017 digadaikan PT Ghalaz Sukses Perkasa kepada PT Verena Multi Finance.

“Kami memiliki bukti-buktinya, ada tanda terima Wintoro dan notaris Mohammad Yusuf dimana sertifikat itu digadaikan ke PT Verena, nilainya kalau tidak salah sekitar Rp4 miliar hingga Rp5 miliar. Makanya, kami menarik PT Verena dan deliknya kan ini penipuan,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Gubernur Gelar Rakor Mengatasi Covid-19 Pilkada Serentak

Warga yang ikut datang ke Mapolresta Bandarlampung juga meminta kejelasan atas nasib sertifikat tanah dan bangunan yang diduga telah digadaikan oleh Direktur PT Ghalaz Sukses Perkasa.

M Topik, salah satu warga mengatakan, dirinya dan puluhan warga lain yang diduga menjadi korban penipuan mengetahui sertifikat tanah digadaikan saat menanyakan nasib sertifikat milik warga yang tak kunjung ada kejelasan dari pihak PT Ghalaz Sukses Perkasa.

“Pada tahun 2016 itu, kami bertemu dengan notarisnya Mohammad Yusuf, lalu kami meminta sertifikatnya tapi dia bilang ada sertifikatnya, namun sampai sekarang belum ada kejelasan. Makanya, kami lapor ke polisi,” ujarnya pula.

Topik mengungkapkan, ia bersama warga lainnya sudah beberapa kali melaporkan kasus dugaan penipuan ini, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan.

Baca Juga :  Bersih - Bersih Sampah, Wagub Peringati Puncak World Cleanup Day

“Kami tahu bahwa sertifikat digadaikan itu setelah kami melapor ke polisi pertama kali tahun 2017 bulan Oktober, tapi lagi-lagi dari pihak PT Ghalaz lepas tangan. Entah ini laporan kami yang berapa kali, kami punya bukti-buktinya,” katanya lagi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyo mempersilakan para korban untuk melapor.

“Silakan saja laporan, karena itu hak korban. Nanti kami akan telusuri dan cari tahu duduk perkaranya. Selanjutnya akan diproses sesuai laporan dari para korban,” katanya pula.(ant)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed