oleh

Ari Ashkara Dirut Baru Garuda Indonesia

JAKARTA, – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/9/2018). Salah satu agenda dalam RUPSLB tersebut adalah pergantian direksi.

RUPSLB dipimpin oleh Komisaris Utama Garuda Indonesia Jusman Syafii Djamal dan dihadiri seluruh Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia dan dimulai pukul 15.00 WIB.

Pahala Nugraha Mansury dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Posisi Pahala digantikan oleh I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, akrab disapa Ari Ashkara yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelindo III.
“Sore hari ini keputusan pemegang saham kami berdelapan ditunjuk memimpin garuda untuk menggantikan sususan direksi yang lama,” ujar I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra usai RUPSLB di Tangerang, Rabu.

Selain Pahala, ada sejumlah jajaran direksi Garuda Indonesia yang dirombak. Adapun susunan direksi dan dewan komisaris Garuda Indonesia saat ini sebagai berikut.
Direktur utama: I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra Direktur Niaga: Pikri Ilham Kurniansyah Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha: Muhammad Iqbal Direktur Operasi: Bambang Adisurya Angkasa Direktur Keuangan : Fuad Rizal Direktur Human Capital: Heri Akhyar Direktur Teknik: I Wayan Susena Direktur Layanan: Nicodemus Panarung Lampe.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan pergantian direksi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dilakukan untuk mempersiapkan BUMN tersebut agar siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Garuda Indonesia akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/9/2018) siang, di mana salah satu agendanya adalah pergantian direksi.

“Ada perputaran kebutuhan, di mana expertise (keahlian)-nya masing-masing kami lihat, yang satu lebih baik di sini, yang satu lebih baik di tempat lain,” kata Rini saat ditemui di The Energy Building, SCBD, Rabu siang.

Rini mengungkapkan, pergantian direksi di Garuda Indonesia sama seperti yang dilakukan di BUMN lain. Sebelum mengganti jajaran direksi, pihaknya meneliti terlebih dahulu apa saja kebutuhan dan tantangan BUMN terkait di masa mendatang. Kemudian, baru diputuskan siapa yang bakal mengisi posisi tersebut sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan. kps

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed