oleh

Dinkes Berdalih Vaksin MR Lukas Sesuai SOP

TULANGBAWANG – Terkait balita Muhamad Lukas Rafael (5) warga Desa Gedung Karya, Kecamatan Rawajitu, Tulangbawang (Tuba) yang diduga korban vaksin Measles Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulangbawang (Tuba) berdalih, jika penyuntikan MR terhadap Lukas sudah sesuai Standard Operator Procedure ( SOP ). Untuk itu, Dinkes dalam waktu dekat ini akan menjenguk untuk mengetahui kondisi Lukas.
“Yang dilakukan sudah sesuai standard Operator Procedure ( SOP). Kami akan berkunjung ke rumah Lukas sebagai bentuk perhatian,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tuba, Feriany Said, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9).
Dijelaskan Feriany, sebelumnya pihak Dinkes sudah menjenguk Lukas saat di rawat di rumah sakit. Untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas pihaknya meminta hasil diagnose Lukas.
“Ternyata Lukas menderita penyakit Meningoensefalitis,” tegasnya.
Ditegaskan Feriany, jika saat vaksin MR terhadap Lukas itu dilakukan, dosis yang digunakan I ampul MR diperuntukan bagi 8 murid.
“Jadi selain Lukas ada 7 orang teman yang disuntik dan tidak ada masalah,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, belum adanya itikat baik dari Dinas Kesehatan (Denkes) Tulangbawang (Tuba) terkait korban yang diduga akibat Vaksin Rubella (MR) Muhammad Lukas Rafael (5), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum-Transparansi Akuntabilitas Publik (YLBH-TAP) Lampung, akan mendampingi korban untuk melakukan langkah-langkah hukum.
Direktur YLBH-TAP, Handri Martadinyata, SH mengatakan, pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait kasus yang menimpa Lukas. “Ya dalam waktu dekat kami akan mengunjungi korban untuk melakukan investigasi dan akan memberikan bantuan pendampingan hukum, jika pihak Dinkes tidak responsive,” ungkap Handri, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (9/9)>
Menurut Handri, tim YLBH-TAP sudah melakukan pengumpulan data,baik kronologis kejadian hingga bukti medis dari rumah sakit. “Kami sudah pelajari bukti medis dan kronolis kejadian. Secepatnya akan didampingi korban untuk mendap keadilan,” tegas Handri.
Diberitakan sebelumnya, keluarga Muhamad Lukas Rafael (5) balita yang diduga korban Vaksin Measles Rubella (MR) warga Desa Gedung Karya, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang, mengancam akan memolisikan pihak Dinas Kesehatan Tuba, jika tidak bersedia bertanggungjawab atas vaksin yang diduga menyebabkan Lukas masih rumah sakit.
Kakek Lukas, Lukmansyah, secara tegas akan meminta pertanggungjawaban Dinas Kesehatan selaku dinas penyelenggara vaksin MR di sekolah TK Karya Utama Mandiri, Rawajitu Selatan.
“Kami masih memberi waktu satu minggu ini untuk menunggu itikat baik Dinas Kesehatan. Jika tidak apa boleh buat terpaksa masalah ini akan kami bawa ke ranah hukum,” tegas Lukmansyah, saat dihubungi via telepon, Kamis (6/9).
Dijelaskan Lukman, jika keluarganya sudha pernah didatangio pihak dari Dinas Kesehatan Tuba, untuk meminta dokumen dari Rumah Sakit Yukum Jaya, tempat dimana Lukas diopname selama satu minggu.
“Sudah pernah didatangi untuk meminta dokumen rumah sakit. Hingga saat ini belum ada komunikasi lebih lanjut dari dinas,” ungkapnya.

Tulis Komentar

Baca Juga :  Nambah Lagi, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tanggamus Bertambah 1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed