Polda Sita 50 Ton Garam Ilegal

16

BANDAR LAMPUNG – Subdit I Indagasi Ditreskrimsus Polda Lampung menyegel sebuah gudang home industri pengolahan garam, yang tidak memiliki izin edar dari BPOM RI.

Gudang garam UD Segitiga Permata, yang terletak di jalan Wala Abadi, Kampung Kroy, Kecamatan Sukabumi itu, telah disegel sejak Jumat (31/8/2018) lalu.

Dari kasus tersebut pemilik usaha home industri bernama, Aryanto (47), ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti 50 ton garam ilegal tanpa izin dari BPOM yang disita dari gudangmya.

“Dia menjual garam yang dikemas kemudian dijual ke pasar tradisional, di Bandar Bandar Lampung,” ujar Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol, Kamis (13/9/2018).

Dari pemeriksaan, puluhan ton garam olahan tersebut, didapatkan pelaku dari Jepara, Jawa Tengah. Kemudian di gudangnya, garam tersebut dikemas ke dalam kemasan kecil, dengan nilai jual Rp. 3000 hingga Rp. 9000.

“Sementara pemilik usaha, kami sudah tetapkan sebagai tersangka. Karena dia sudah lebih dari setahun produksi garam tersebut dan tidak ada izin dari BPOM,” katanya. ant

Tulis Komentar