oleh

Tolak Debat Model Cerdas Cermat

JAKARTA – Koalisi pengusung pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menolak model debat ala cerdas cermat. Koalisi kubu Prabowo meminta masing-masing pasangan calon (paslon) berbicara satu jam menuangkan ide dan gagasannya.

“Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi, terus nanti pakai istilah saya tuh debat pake speedometer, jadi dibilang waktu tinggal dua detik,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Kamis (13/9) malam.

Hinca menilai model debat seperti itu tidak tepat diterapkan di dalam debat capres – cawapres. Pasalnya yang disampaikan di dalam debat capres dan cawapres adalah mengenai persoalan negara.

Baca Juga :  MELAWAN ARUS: Ramai Desakan Tunda Pilkada, Jokowi Bilang TIDAK

“Misalnya soal ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, soal macam-macam, dengan demikian rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran kandidat ini,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada KPU untuk menghapus model debat yang dibatasi waktu singkat. Sementara itu durasi waktu kampanye yang dinilai lebih lama yaitu tujuh bulan lebih diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para paslon.

“Kami ingin demokrasi ini harus beri ruang kepada para pasangan kandidat secara adil dan terbuka sehingga pemilih puas untuk tangkap pemikiran itu,” ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed