oleh

DPT Waykanan 326.576 Pemilih

WAYKANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Waykanan, Lampung, menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) sebanyak 326.576 orang untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Kami melakukan perbaikan jumlah pemilih, dan setelah diperbaiki mencapai 326.576 pemilih di Kabupaten Waykanan,” kata Ketua KPU Kabupaten Waykanan, Darul Hafidz, Sabtu (15/9).

Ia menyebutkan bahwa DPT Hasil Perbaikan yang ditetapkan yakni 326.576 pemilih, terdiri atas 167.281 pemilih laki laki dan 159.295 pemilih perempuan.

Sebelumnya, lanjut dia, dilakukan pencermatan bersama antara KPU, Bawaslu dan Parpol. Dari pencermatan bersama tersebut, diakukan penghapusan daftar pemilih sebanyak 2.101 orang dan 90 orang tidak memenuhi syarat (TMS) karena sudah meninggal.

“Upaya itu untuk penyempurnaan DPT agar lebih baik,” katanya.

Selain itu, sejak diterimanya data ganda dari Bawaslu, pihaknya telah menurunkan informasi tersebut ke Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara untuk dicermati, dicari alamat sebenarnya dan di- “TMS”kan.

Kegiatan verifikasi itu dilakukan secara intens antara KPU dan PPK, mencari “by name by addres” pemilih ganda dan men-TMS-kan setelah mendapatkan informasi yang akurat.

“Tim operator sudah sejak tiga hari ini telah bekerja keras siang dan malam mengkoordinasikan proses pencermatan dan penghapusan pemilih ganda,” jelasnya. (Ant/JJ)
Jenazah Nelayan Berhasil Dievakuasi
LAMPUNG SELATAN – Tim Basarnas Lampung berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang nelayan yang dilaporkan hilang pada Jumat (14/9) malam saat sedang mencari ikan di sekitar laut Pulau Seram Besar Desa Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.

“Pada Jumat malam kami terima berita ada nelayan yang hilang, kami segera kumpulkan data dan menghubungi keluarganya,” kata Komandan Basarnas, Bakauheni Lampung Selatan, Rahmad saat dihubungi dari Lampung Timur, Sabtu (15/9).

Baca Juga :  Jelang Pilkada: Persatuan Mantan Kades Resmi Dilembagakan

Selanjutnnya, setelah mengumpulkan data, Tim Basarnas bergerak mencari korban yang diketahui bernama Taufik, (45) warga Dusun Muara Kamal Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.

Ia menyebutkan, pencarian dimulai dari lokasi terjatuhnya korban dari perahu yang ditumpanginya seorang sendiri. Korban akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.35 WIB.

“Korban ditemukan satu mil dari titik lokasi perahu, dalam kondisi sudah meninggal, ” ujarnya.
Rahmad mengatakan, Tim Basarnas telah mengevakuasi korban dan menyerahkan kepada pihak keluarga dan proses selanjutnya saat ini ditangani oleh pihak kepolisian.

Terkait penyebab kematianya, Rahmad menduga nelayan tersebut terjatuh dari perahu dan tenggelam karena tidak bisa berenang. (Ant/JJ).
Warga Lampung Antusias Sambut Rumah Subsidi
BANDARLAMPUNG– Warga Lampung menyambut antusiasi untuk memiliki rumah bersubsidi menyusul diluncurkannya rumah Klaster Dahu oleh Perusahaan Umum Perumahaan Nasional (Perum Perumnas).

“Saya sangat senang karena program satu juta rumah yang digagas oleh Presiden Indonesia sudah terwujud, kami sebagai masyarakat kecil sangat senang program rumah subsidi tersebut,” ujar Aan warga Wayhalim, Minggu (16/9).

Menurutnya, program pembangunan satu juta rumah ini sangat membantu masyatakat yang belum memiliki tempat hunian, salah satunya dengan adanya rumah subsidi tersebut.

Selain itu, lanjutnya, untuk proses pembayaran pesan tempat tidak ada kendala, prosesnya sangat cepat hanya butuh waktu 10 menit sudah selesai.

“Kita sudah bisa memilih dimana lokasinya, dan pokoknya lebih cepat dari yang biasanya,” jelasnya.

Aan menjelaskan, banyak yang di dapat dari mengambil rumah subsidi ini, selain harga yang sangat terjangkau, lokasinya juga sangat strategis dari pusat kota, dekat dengan Bandara Raden Inten II Lampung Selatan, dan Stasiun Kereta Api.

“Pokoknya lokasinya sangat strategis, dan mudah di jangkau,” jelasnya

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Genjot Penyaluran KUR Pada Sektor UMKM

Aan mengharapkan, agar proses pengambilan rumahnya tidak berhenti disini, bahkan bisa sampai akad kredit.

Win konsumen lainnya, mengatakan, perumahan ini sangat membantu khususnya bagi berpenghasilan di bawah Rp2 juta.

Ia menjelaskan, untuk rumah subsidi yang berlokasi ini Kurungan Nyawa Kabupaten Pesawaran ini lokasinya sangat strategis dan sangat bagus untuk investasi.

Win mengharapkan rumah subsidi dari program pemerintah pusat ini dapat terus belanjut, dan terus berkesinambungan sehingga masyarakat Lampung berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah.

Kepala Cabang Lampung Perum Perumnas Antaria Dwi Nugroho mengatakan masyarakat sangat antusias untuk datang sekedar melihat-lihat dan menanyakan informasi mengenai rumah subsidi.

“Mereka sangat antusias, karena hanya butuh 10 menit mereka sudah dapat memiliki rumah dan semua proses lebih cepat,” ujarnya.

Antaria menjelaskan, masyarakat harus bisa memiliki rumah subsidi tersebut, terutama bagi para pedagang, pekerja swasta, dan lainnya karena angsurannya yang murah dan terjangkau.

“Mereka yang datang rata-rata yang sudah membayar ‘booking fee’ dan menyelesaikan registrasi bisa langsung diproses oleh bank bila tidak ada permasalahan perbankan,” tambahnya. (Ant/JJ).

Raden Adipati Pimpin “World Cleanup Day”

WAYKANAN– Bupati Waykanan Raden Adipati Surya memimpin aksi “World Cleanup Day” atau aksi membersihkan lingkungan dari sampah di daerah itu, yang dipusatkan di Pasar Baradatu Waykanan.

“Dengan kegiatan aksi bersih dari sampah ini dapat mengurangi sampah yang berserakan, serta memberikan contoh kepada generasi muda untuk menjaga kebersihan daerah dan lingkungannya,” kata Bupati Raden Adipati Surya, di Pasar Baradatu, Minggu (16/9)

Menurut dia, sampah juga dapat dikelola dan diolah yang berdampak ekonomis dengan penerapan inovasi 4R.

Ia menyebutkan maksud 4 R itu sebagai “Replace” atau mengganti barang sekali pakai dengan produk yang bisa digunakan berulangkali atau tahan lama; “Reduce” atau mengurangi sampah dengan cara membawa tas kain sendiri saat saat berbelanja untuk menghindari penggunaan tas plastik dan tas kertas; “Re-use” atau memakai kembali seperti menggunakan botol-botol bekas untuk wadah, manfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk membungkus dan sebagainya; serta “Recycle” atau mendaur ulang barang bekas pakai.

Baca Juga :  Septi Istiqlal Sosialisasi Senam Bersama Untuk Cegah Covid-19

“Mendaur ulang memang tidak mudah jika dilakukan sendiri, tapi kita dapat membantu dengan cara mengumpulkan kertas, kaleng, botol untuk disalurkan n kepada ahlinya. Alangkah baiknya jika kita menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya yang merupakan hasil daur ulang, dan dibutuhkan partisipasi dan peran serta masyarakat,” katanya.

“Jadi, kita sejak dini harus menjaga kebersihan, karena kebersihan merupakan hal utama dalam kehidupan,” katanya

Ia menyebutkan kebersihan sebenarnya sesuatu yang mudah dan murah. Namun jika diabaikan, akan berakibat fatal dan mahal harga yang harus dibayarkan jika tetap diabaikan.

“Kebersihan timbul dari jiwa yang bersih, sehingga mampu melahirkan pikiran dan tingkah laku yang bersih yang akan mengantarkannya kepada kehidupan yang bersih dan jernih, yang pada akhirnya akan menciptakan atmosfer lingkungan yang segar dan indah dalam segala hal. Kehidupan yang seperti itulah yang kita inginkan,” jelasnya
Bupati Adipati mengharapkan agar masyarakat segera bergegas untuk menciptakan kebersihan sedini mungkin.

“Ayo.. tunggu apa lagi, segera bergegas ciptakan kebersihan dimulai dari yang kecil, dari diri sendiri, dan dilakukan sekarang agar hidup kita bermakna, berkualitas serta nyaman,” katanya. (Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed