oleh

Guadalajara, Meksiko, Legalkan Seks di Ruang Publik.

PEMERINTAH Kota Guadalajara, Meksiko, melegalkan aktivitas bercinta di tempat umum. Tujuannya: menekan jumlah kasus pemerasan oleh polisi yang gemar menuduh orang berbuat mesum.

Sementara banyak negara masih memberi sanksi pidana terhadap pasangan yang bercinta di tempat umum, pemerintah setempat di Guadalajara, Meksiko, baru-baru ini malah melegalkan seks di ruang publik.

“Hubungan seks di muka umum atau eksibisionisme di ruang publik, tempat terbuka, di dalam kendaraan, atau ruang privat yang terbuka hanya akan dikategorikan sebagai pelanggaran administratif jika warga meminta polisi untuk turun tangan,” demikian bunyi aturan baru itu seperti diwartakan NPR pada Rabu (22/8).

Adalah Guadalupe Morfin Otera, anggota dewan kota dari partai Gerakan Warga yang menggagas dan memperjuangkan peraturan kontroversial tersebut. Kini, asal tak ada keluhan, siapapun yang bercinta di muka umum tak bisa sembarangan ditangkap.

Terobosan hukum ini sebetulnya diambil guna menyetop kelakuan polisi yang kerap memanfaatkan pasal larangan berhubungan seks di tempat umum untuk memeras dan mengintimidasi. Dilansir dari WLFA, Otera menyebutkan bahwa berdasarkan sebuah survei di kalangan mahasiswa, 90 persen responden mengatakan pernah diperas petugas polisi yang menuduh mereka melakukan tindakan tak senonoh.

Baca Juga :  'Pilkada Lamsel' Pencalonan Hipni-Melin Terjeda

Setelah memeras muda-mudi itu, kasus-kasus tindakan tak senonoh ini tak pernah naik ke meja pengadilan.

Sebagaimana dilaporkan Newsweek, beberapa pihak di Meksiko keberatan dengan aturan baru itu. Mereka memandang seks di muka umum sebagai masalah moral ketimbang problem hukum semata. Beberapa warga mengatakan kepada media lokal khawatir aturan tersebut bakal disalahgunakan oleh para pedofil dan pemerkosa di jalanan.

Kubu oposisi dari Partai Aksi Nasional dan Partai Revolusioner Institusional turut menentang aturan yang digagas Otera. Jika aturan itu memang bertujuan menekan aksi pemerasan yang dilakukan polisi, maka yang harus ditindak terlebih dahulu adalah pihak kepolisian.

Kota Guadalajara yang berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa sedang bergulat dengan problem kriminal tingkat tinggi, khususnya terkait perang terhadap kartel narkoba. Di kota ini, basis kartel narkoba kelompok Kiki Camarena pernah kuat. Pada Maret 2018, tiga mahasiswa Guadalajara lenyap diculik oleh kelompok bersenjata yang mengaku dari kepolisian. Dua bulan setelahnya, baku tembak antara kelompok kartel narkoba dengan kepolisian terjadi di sebuah restoran Jepang.

Baca Juga :  Tiga Paslon Resmi Masuk ‘Gelanggang’ Pilwakot Bandarampung

Disahkannya aturan yang melegalkan aktivitas bercinta di tempat umum membuat Guadalajara mengikuti jejak Kota Amsterdam, Belanda, persisnya di taman Vondelpark, salah satu ruang publik paling populer di Belanda. Dilansir dari Dutch Amsterdam, taman yang dibuka untuk umum sejak 1865 ini dikunjungi 10 juta orang per tahunnya.

Pada 2008, dewan kota setempat membolehkan aktivitas seksual di Vondelpark pada malam hari, baik oleh pasangan heteroseksual maupun homoseksual. Sebelumnya, barang siapa yang nekat bersenggama di Vondelpark, entah siang atau malam, akan didenda.

Meski diberi kelonggaran, tetap ada aturan yang harus dipatuhi. Misalnya tidak berisik dan tidak meninggalkan kondom bekas atau sampah. Jika kedapatan melanggar, polisi setempat takkan segan-segan mengusir.

Baca Juga :  Anggota KPU Sebut Pilkada Berisiko Jika Dilanjutkan

Di New South Wales, Australia, seks di tempat terbuka tak diatur dalam hukum, namun bisa dipermasalahkan jika ada pihak ketiga yang merasa risih. Dikutip dari Huffingtonpost, pihak ketiga dipersilakan melapor jika merasa terganggu saat menyaksikan orang yang sengaja menampilkan alat kelamin di muka umum. Sanksi yang menanti pelaku adalah penjara dan denda yang bisa mencapai 1.100 dolar Australia.

Kasus seperti di Australia mirip dengan yang berlaku di Inggris dan Wales. Bercinta di dalam mobil yang diparkir di supermarket dan tempat umum lainnya memang tidak dilarang, asalkan tak dilihat oleh orang lain alias sembunyi-sembunyi. Seandainya pun terlihat orang lain, aktivitas itu takkan dianggap masalah selama tidak dinilai mengganggu ketertiban umum.(sumber: tirto.id)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed