oleh

Mesuji Potensi Lumbung Gula Nasional

Bandarlampung. -Kabupaten Mesuji memiliki potensi sebagai lumbung gula nasional, jika 60 ribu hektar HGU Register 45 Sungai Buaya mendapat konversi sebagai lahan tanaman pangan berupa kebun tebu, dibanding kayu atau singkong.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPRD Lampung Suprapto, Jumat di Bandarlampung, terkait rencana pemerintah pusat yang mewacanakan lahan Register 45 sebagai kawasan tanaman pangan dengan ditanami tebu untuk swasembada gula nasional.

Suprapto menjelaskan, selama ini masyarakat yang mengolah lahan Register 45 seluas 8000 hektar menanami singkong. Jika ditanami tebu maka masyarakat akan memperoleh penghasilan mencapai 40 persen daripada sekarang. Sehingga akan lebih sejahtera, ujar politisi PAN dapil Mesuji Tuba tersebut.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

Dikatakan, BUMN PT Inhutani dan PT Sylva yang menguasai lahan register 45 hanya menanami pohon kayu dan singkong. Diharapkan pihak Kementerian Kehutanan menerbitkan izin konversi lahan hutan produksi menjadi lahan perkebunan tebu, untuk mendorong swa sembada gula nasional.

Sehingga lahan seluas 60 ribu hektar yang ditanami tebu bisa menghasilkan gula kristal sebanyak 1,5 juta ton, ujarnya. Dengan demikian Mesuji akan menjadi lumbung gula nasional, seperti halnya Tulangbawang yang dikelola SGC Grup.

Sebelumnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan dan LH bersama Menteri BPN sedang merencanakan program konversi pengalihan lahan hutan produksi di Register 45 Sungai Buaya Mesuji.

Pihak pemerintah pusat sedang mengkaji status lahan register tersebut agar menjadi lahan tanaman pangan khususnya tebu untuk menyongsong swa sembada gula nasional. Yakni dengan mengkonversi lahan eks hutan produksi menjadi lahan perkebunan tebu.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

Bahkan dua industri agro terbesar di Indonesia SGC Grup dan BW atau Sungai Budi Grup siap berinvestasi membangun pabrik gula terpadu di lahan eks register 45. Mereka siap menggelontorkan investasi proyek pabrik gula sebesar Rp 3 trilyun, asalkan pemerintah pusat mau mengkonversikan menjadi lahan tanaman pangan.

CV BW Grup melalui Sylva dan Inhutani telah mengelola lahan Register 45 ditanami singkong dan kayu hutan, bahkan perkebunan nanas skala terbatas. CV BW sangat berminat membangun pabrik gula di eks lahan register tersebut, asalkan mendapat izin dari pemerintah pusat. (Rls, ilh)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed