oleh

Harga Singkong di Lamtim Merosot

LAMPUNG TIMUR- Harga singkong atau ubi kayu di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung sekarang ini Rp1.850 per kilogram atau turun Rp200 dari harga tertinggi pada beberapa bulan terakhir yang mencapai Rp2.050.

“Harga singkong konsumsi Rp1.700, tidak ada potongan. Kalau singkong jenis lainnya saat ini di pabrik Rp1.850 per kilogram, potonganya 25 persen, ” kata Sugiarto petani singkong warga Desa Bandar Agung Kecamatan Bandarsribhawono, belum lama ini.

Menurut Sugiarto, harga singkong di atas Rp1000 ini telah berlangsung beberapa bulan ini, dan harganya sempat mencapai Rp2.050 per kilogram.

“Turun Rp200 perak, jadi Rp1.850,” katanya.

Dia menyatakan petani singkong di daerahnya merasakan untung dengan harga Rp1.850 itu.

“Kalau harga Rp1.850 petani ada untungnya, ada hitungan untungnya, ” ungkap dia.

Suwarno, pengepul atau pembeli singkong dari para petani di Desa Bandaragung ketika dihubungungi melalui telepon selulernya membenarkan harga singkong yang naik.

Singkong dibelinya dari para petani Rp1.800 perkilogram.

“Sekarang memang harga singkong lagi bagus, sampai Rp1800, potonganya 24 persen, ” katanya.

Menurut Suwarno, kenaikan harga singkong berangsur-angsur naik sehingga petani gembira.

“Faktor permintaan banyak untuk dibuat aci membuat harganya naik, termasuk permintaan singkong konsumsi untuk dibuat kripik juga banyak, ” katanya.

Singkong atau ubi kayu tumbuh baik di Kabupaten Lampung Timur. Singkong ini merupakan bahan baku untuk membuat tepung tapioka. Selain itu, untuk singkong konsumsi banyak dibutuhkan warga baik di kabupaten tersebut maupun daerah lainnya untuk dibuat keripik singkong. (Ant/JJ).
Jumlah Penumpang Pesawat dan KA Meningkat
BANDARLAMPUNG- Jumlah penumpang yang menggunakan transportasi kereta api (KA) dan pesawat udara di Lampung pada Juli 2018 mengalami kenaikan bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Unit PPA Polres Lampura Berhasil Ringkus Remaja Pelaku Cabul

“Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Lampung pada Juli 2018 sebanyak 89.168 orang, naik sebesar 75,68 persen bila dibandingkan Juni 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, Senin (17/9).

Ia menyebutkan pula apabila dibandingkan tahun lalu yaitu bulan Juli 2017 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 40,93 persen.

Menurutnya, penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Raden Inten II pada Juli 2018 sebanyak 117.779 orang, naik sebesar 4.55 persen jika dibandingkan Juni 2018. Sedangkan penumpang pesawat udara yang datang di Bandara Raden Inten II pada Juli 2018 sebanyak 113.328 orang, turun sebesar 1,57 persen dibandingkan dengan Juni 2018.

“Barang yang dimuat dari Bandara Raden Inten II Provinsi Lampung pada Juli 2018 sebanyak 822.08 kg, turun sebesar 8,13 persen jika dibandingkan dengan Juni 2018,” ujarnya.

Yeane juga menjelaskan, perkembangan barang yang dibongkar pada Juli 2018 sebanyak 1.183.622 kg, mengalami penurunan sebesar 2,04 persen jika dibandingkan Juni 2018.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Waykanan Bagikan Beras dan Telur

Sementara itu, lanjutnya, jumlah penumpang kapal feri yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung pada Juli 2018 sebanyak 147.751 orang, turun sebesar 43,95 persen jika dibandingkan Juni 2018.

Kepala BPS Lampung itu menjelaskan, jumlah kendaraan yang diangkut melalui Pelabuhan Bakauheni pada Juli 2018 sebanyak 178.822 kendaraan, juga mengalami penurunan sebesar 45,23 persen jika dibandingkan Juni 2018.

Ia menambahkan, untuk barang yang dimuat melalui Pelabuhan Panjang pada Juli 2018 tercatat sebanyak 1.969.581 ton, naik sebesar 14,41 persen dibandingkan Juni 2018.

“Untuk barang yang dibongkar pada Juli 2018 sebanyak 486.206 ton, mengalami kenaikan sebesar 9,82 persen dibandingkan Juni 2018,” ujarnya lagi. (Ant/JJ).
AP: File/Penumpang di Bandara Raden Inten Lampung bersiap naik pesawat tujuan Batam. Namun rute penerbangan ini tak lagi dilayani Garuda (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Raden Adipati: Kesadaran Hukum Munculkan Masyarakat Beradab
WAYKANAN – Bupati Waykanan, Provinsi Lampung, Raden Adipati Surya mengatakan tingginya kesadaran hukum di suatu wilayah akan memunculkan masyarakat yang beradab, sehingga kesadaran hukum perlu dibangun dari keluarga sebagai unit sosial terkecil terutama kepada anak-anak.

Kesadaran hukum masyarakat di suatu wilayah akan menjaga keseimbangan sosial dan memunculkan masyarakat yang beradab. Sebaliknya, rendahnya kesadaran hukum akan menimbulkan kekacauan dan memaksa penegak hukum turun tangan, ujar Raden Adipati Surya, belum lama ini.

Baca Juga :  Bupati Saply Danai Pengobatan Bocah Luka Bakar

Menurutnya, kesadaran hukum kepada keluarga dan anak-anak ini perlu didorong, karena akan terjaga keseimbangan sosial. Tapi kalau tidak, penegak hukum akan turun tangan, ada kepolisian, kejaksaan, atau di level pemda ada Satpol PP.

Adipati menjelaskan akan mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini, tidak menunggu setelah terjadi pelanggaran dan penindakan oleh penegak hukum.

Selain itu, upaya pencegahan dinilai sangat penting dan bisa dimulai dari dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

Kesadaran inilah yang mesti kita bangun dari keluarga, agar bisa terus berlanjut di lingkungan masyarakat bahkan sekolah, katanya.

Ia menjelaskan saat ini perkembangan dan kemajuan masyarakat di segala bidang sangat pesat. Pembangunan di bidang hukum pun dituntut mampu mengiringi pergerakan masyarakat yang dinamis dalam ritme cepat. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekosongan atau kevakuman hukum yang dapat mengakibatkan kekacauan.

Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, aparat pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat, jelasnya.

Adipati mengharapkan masyarakat atau orang tua bisa mengajarkan sejak dini tentang pengetahuan hukum kepada anak-anak, agar kelak setelah dewasa dapat menjauhi persoalan yang akan berurusaan dengan hukum. (Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed