Impor Telur, Susu, dan Mentega Melonjak 94,19 Persen

13

JAKARTA, – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor nonmigas Indonesia Agustus 2018 mencapai 13,79 miliar dollar AS, turun 11,79 persen dibanding Juli 2018.

Meski demikian, impor nonmigas ini masih menjadi penyumbang terbesar total impor dengan persentase sebesar 85 persen. Bahkan, jumlah impor komoditas susu, mentega, dan telur mengalami lonjakan yang cukup besar, yaitu 94,19 persen pada Agustus 2018 dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“Peningkatan ada, tapi enggak signifikan untuk susu, mentega dan telur, kemudian kapal laut bangunan terapung,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/9).

Data BPS menunjukkan, nilai impor susu, mentega, dan telur pada Agustus 2018 mencapai 100,2 juta dollar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya yang mencapai 51,6 juta dollar AS.

Impor susu pada Agustus 2018 mencapai 23,9 ton atau senilai 55 juta dollar AS. Angka ini naik cukup signifikan dibanding dengan impor susu pada Juli 2018 sebanyak 15,06 ton atau senilai 31 juta dollar AS.

Negara asal impor susu tersebut adalah Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Perancis. Jika dilihat secara kumulatif dari bulan Januari hingga Agustus 2018, impor susu mencapai 141 ton atau senilai 318 juta dollar AS. Adapun untuk impor telur unggas di bulan Agustus 2018 impor telur unggas pada Agustus 2018 mencapai 1,23 ton atau setara dengan 24.285 dollar AS.

Jika dibandingkan dengan bulan Juli 2018, angka tersebut meningkat dari yang hanya sebesar 436 kg atau senilai 19.282 dollar AS. “Sedangkan secara kumulatif, impor telur unggas Januari hingga Agustus tercatat sebesar 11,94 ton atau senilai 895.662 dollar AS.

Telur-telur tersebut berasal dari Jerman, Prancis, Inggris, Australia dan Amerika Serikat,” sebut Suhariyanto. Untuk impor mentega, jika dirinci pada Agustus 2018 mencapai 3,1 juta ton atau setara dengan 18,3 juta dollar AS. Padahal di bulan Juli, jumlah impor mentega hanya mencapai 961.000 ton atau 5 juta dollar AS.

Negara asal impor mentega tersebut di antaranya Selandia Baru, Belanda, Belgia, Perancis dan Australia. Setelah golongan susu, mentega dan telur, beberapa golongan barang dengan peningkatan terbesar yaitu kapal laut dan bangunan terapung sebesar 39 juta dollar AS, gula dan kembang gula sebesar 34,1 juta dollar AS. Selain itu, impor perangkat optik senilai 19 juta dollar AS, serta golongan logam, belerang, kapur sebesar 18,3 juta dollar AS. kps

Tulis Komentar