oleh

Usia Koruptor Semakin Muda Saja KPK Gencarkan Program Pencegahan

BANDARLAMPUNG – ‘Virus’ tindak pidana korupsi terindikasi terus menyerang kalangan muda, bahkan sangat muda. Data terakhir KPK menyebutkan, usia koruptor termuda adalah 28 tahun.

Hal itu terungkap dalam pemaparan David Sepriwasa, Fungsional Direktorat Dikyanmas KPK RI pada kuliah umum bertajuk “Jujur dan Amanah sebagai Landasan Moral Pencegahan Korupsi”.

Kuliah umum itu digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama Sekolah Tinggi Shuffah Al Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STSQABM) di Gedung Pusiban Kantor Gubernur, Senin (17/9).

David Sepriwasa menyebutkan usia koruptor kini semakin muda, membuat pihaknya harus bekerja keras untuk melakukan pencegahan korupsi.

Ia mengakui KPK sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Oleh sebab itu KPK membuat program pencegahan korupsi dengan melibatkan banyak instansi pendidikan seperti perguruan tinggi dan sekolah.

Baca Juga :  Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 043 PD II/Sriwijaya Ikuti Webinar Hari Aksara Internasional yang ke- 55

“ini sebagai tahap awal agar semua pihak, termasuk orang muda mengetahui apa definisi korupsi seutuhnya, sehingga bisa menghindari praktik korupsi,” katanya.

Program pencegahan terus dilakukan KPK melalui roadshow menggunakan bis khsusus yang akan menghadirkan aktifitas positif seperti kampanye, workshop, edukasi dan acara dalam bentuk lainnya.
“Tahun depan kalau ada waktu KPK bisa hadir ke Lampung,” tegasnya

Sementara Gubernur Lampung dalam sambutannya diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hery Suliyanto menekankan pentingnya menanamkan sikap anti koruspi sejak dini.

“Menanamkan sifat jujur dan amanah sangat penting kepada mahasiswa karena dapat memompa semangat juang pemuda dalam pencegahan korupsi sehingga tidak akan menghasilkan bibit-bibit koruptor,” katanya.

Baca Juga :  Bank Lampung Beri Jaminan Kesehatan Pekerjanya

Sementara Ketua Dewan Penasehat STSQABM, KH. Yakhsyallah Mansur, MA dalam pengantarnya mengingatkan agar setiap manusia menghadirkan Allah di dalam hati dan pikirannya saat beraktifitas.

“Sebenarnya dengan satu ini saja selesai masalah korupsi. Menghadirkan Allah dalam setiap pekerjaan kita,” ujarnya.(ria)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed