oleh

Teknokra Ajak Pemuda Peduli Sanitasi

BANDARLAMPUNG-UKPM Teknokra Unila dengan SNV Indonesia bekerjasama menghelat talkshow pentingnya sanitasi dengan mengangkat tema “Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama”, Rabu (19/9).
Project Officer SNV Indonesia , Iffah Rachmi mengatakan latar belakang kegiatan ini sebagai membentuk rasa peduli terhadap sanitasi di kalangan pemuda. “Kenapa kita sasaran acaranya ke pemuda, karena untuk kedepan kalian inilah calon-calon pemimpinnya,” katanya. SNV merupakan organisai pembangunan nirlaba yang bekerja di 38 negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Di Indonesia, SNV fokus terhadap kemajuan sanitasi.
Pada talkshow kali ini, turut hadir I Nyoman Suartana dan Dicky Hidayat sebagai narasumber. Dicky Hidayat memaparkan beberapa daerah kondisi sanitasinya buruk seperti Teluk Lampung dan Bakung. “Laut merupakan pembuangan sampah tebesar, di Teluk Lampung penuh lautan plastik dan lumpur,” katanya. Dosen FMIPA Unila ini menjelaskan, selama ini pemerintah hanya sebagai regulator. “Pemerintah hanya membuat konsep dan master plan tapi tidak berdasarkan kebutuhan, selanjutnya tidak ada upaya untuk merawat apa yang sudah dibangun”, jelasnya.
I Nyoman Suartana menambahkan setiap tahun Indonesia mengalami kerugian sebesar 56 miliyar akibat sanitasi buruk. “Kita cukup investasi satu rupiah untuk sanitasi, kita akan balik untung sepuluh rupiah, keuntungannya bisa dirasakan lewat pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan”, katanya. Di tahun 2030, indonesia diprediksi akan mengalami masa middle income country. Pada masa itu, Urban Sanitasion Specialist, SNV Indonesia ini mengatakan permasalahan dasar sanitasi harusnya sudah tidak dibahas lagi.
Saat ini Indonesia menjadi negara dengan sanitasi terburuk ke dua di dunia dibawah India. Dia pun menambahkan peran mahasiswa bisa membantu mengawasi pemerintah dalam mengelola biaya dibidang air dan sanitasi supaya dapat digunakan dengan tepat. “Mahasiswa dapat berkonstribusi terhadap sanitasi dengan segala keahlian yg dimiliki dan bisa bekerjasama lebih baik”, ungkapnya.
Selain Sanitation Goes To Campus, SNV Indonesia akan mengadakan Youth Sanitation Camp pada 12-14 Oktober 2018. Pendaftaran peserta dibuka sampai dengan 30 September 2018 dan tidak dipungut biaya. Sebanyak 50 pemuda terpilih akan mengikuti kegiatan perkemahan dan mendapat pembelajaran sanitasi. (rls/JJ).

Tulis Komentar

Baca Juga :  AJI-IJTI Gelar Diskusi Publik 21 Tahun UU Pers

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed