oleh

Dendi: Wayang Kulit Media Memaknai Tahun Baru Islam

PESAWARAN – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghimbau pada warga masyarakat Desa Gunungrejo, Kecamatan Waylima, agar benar-benar memanfaatkan hiburan seni wayang kulit sebagai media untuk memahami makna tentang tahun baru islam 1440 hijriah.

“Hal ini merupakan wujud budaya masyarakat yang patut dihargai sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada tuhan yang maha esa,yang menjadikan desa aman,tentram sejahtera dan gemah ripah lohjinawi, ” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Munzir saat menyampaikan sambutan Bupati Dendi Ramadhona pada acara memperingati tahun baru islam atau suroan dihalaman ramah kepala desa setempat, Kamis (20/9).
Munzir juga mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kearipan lokal, karena kearipan lokal salah cara mempertahankan krakter dan jati diri bangsa. Sedangkan pewayangan satu icon seni budaya yang mesti dipertahankan.
“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengajak saudara -saudara yang hadir disini untuk bersama sama membangun kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik lagi.ahun baru islam ini hendaknya kita jadikan untuk bertekat bangkit kembali membangun diri dan masyarakat dengan nilai-nilai moral yang lebih bagus,” tutupnya.
Sementara dalam sambutannya Kepala Desa Gunungrejo Bambang Tri Wanto mengatakan, Kegiatan tahun baru islam atau suroan merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang diadakan oleh desa, dengan harapan desa yang dipimpinnya itu makin baik dan lebih maju lagi kedepannya.
“Ya,acara seperti ini setiap tahun kita mengadakannya, bahkan selain mengadakan pagelaran wayang kulit satu malam suntuk kita juga mengadakan pawai obor keliling desa, istiqosah, pestival anak sholeh antar musholla, pengajian akbar, dan gunung rejo bersolawat,” jelasnya. (Mus/JJ).

Tulis Komentar
Baca Juga :  Serius Tangani Covid-19, Bupati Saply Pecut Dinkes Mesuji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed