oleh

Aneka Festival Akan Semarakkan Lampung Fair

PERHELATAN Lampung Fair menyisakan beberapa hari lagi dalam pelaksanaannya. Tidak sampai satu bulan, event tahunan Propinsi Lampung, berskala internasional ini akan digelar, 12 sampai 27 Okotber 2018.

Berbagai persiapan sarana dan prasarana dikebut pihak panitia dibawah komando perusahaan JJ Wijaya, perusahaan yang berasal dari Bumi Lampung. Nampak pagar pembatas sudah mengelilingi area PKOR Way Halim, Bandarlampung.

Bersekretariatan didua gedung yang berada disamping gedung Sumpah Pemuda, nampak Projec Manager, kegiatan Lampung Fair, Rico Tambose, dengan kepiawaian kepemimpinannya, terus berbenah dan mempersiapkan segala sesuatu demi sukses event kebanggaan masyarakat Lampung ini.

Beberapa kegiatan yang digelar adalah Solo Song, Festival Budaya, Miss Lampung Fair (Putri Lampung Fair), Marching Band, Festival Band, Kicau Burung Mania, Festival Kuda Lumping. Semua cabang kegiatan dikoordinatori oleh masing-masing, orang profesional di bidangnya.

Menurut Eka Yuni Harti, koordinator Miss/Putri Lampung Fair, yang juga Putri Indonesia dari Lampung era tahun 95, pada kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Oktober, pihaknya merekrut tenaga ahli dan dewan juri yang memiliki kredibilitas dan ber-integritas tinggi demi suksesnya acara.

Baca Juga :  Membludak, Sehari Satgas Penanganan Covid-19 Terima Ratusan Surat Permohonan Acara dari Masyarakat

“Saya tidak main-main dalam mengemban kepercayaan yang diberikan kepada saya. Dalan penjurian Miss/Putri Lampung Fair, juga kami menempatkan pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan keahlian dibidangnya. Unsur penilaia itu sendiri menyangkut etika, kemampuan intelegensia, kemampuan catwolk, kemampuan speaking, dan beberapa kriteria penilaian lainnya,” paparnya.

Selain Miss/Putri Lampung Fair, kegiatan Festival Budaya, yang akan diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota se-Propinsi Lampung, juga akan mengangkat nuansa berbeda dari tahun sebelumnya.

Gunawan Pharrikesit, koordinator Bidang Festival Budaya, menegaskan bahwa budaya merupakan khasanah dari representatif masyarakat yang berada di suatu daerah atau tempat tinggalnya. Karenanya, lanjutnya, pada Festival Budaya Lampung Fair, yang akan digelar 13-26 Oktober 2018, selain aspek budaya yang selama ini sudah mengakar di Tanah Lado, juga akan mengusung nuansa heterogen masyarakat pada daerah masing-masing penampil.

“Untuk itulah dalam penilaian nanti, kami juga akan memasukkan unsur sastra. Selain juga penampilan dan harmonisasi penampil yang akan menjadi kriteria penilaiannya,” ungkap Gunawan Pharrikesit, yang juga seorang sastrawan ini.

Gunawan juga menyatakan, juri yang akan menjadi penilai diambil dari unsur sastrawan, budayawan, dan praktisi seni. Para juri ini, lanjutnya, merupakan dewan juri yang tidak diragukan lagi kredibiltasnya.

Baca Juga :  Abaikan Protekes, Pengunjung Serta Pedagang di Simpur Center Banyak Tak Pakai Masker

Sedangkan Fetival Solo Song, juga telah bersiap dengan empat lagu wajib daerah: Tanah Lado, Eghamku Di Lampung, Sai Ku Egham, dan Teluk Lampung. Serta lagu pop bebas yang akan dibawakan oleh setiap pesertanya.

Semar Jaya, sebagai pihak yang berhubungan dengan Festival Solo Song, mengatakan, setiap peserta akan membawakan satu lagu wajib daerah, yang dipilih dari empat lagu daerah yang sudah ditentukan pihak panitia. Dilaksanakan selama sepuluh malam mulai dari tanghal 13-22 Oktober 2018, pemenang Solo Song, akan ditampilkan di malam artis saat penutupan Lampung Fair.

“Sedangkan untuk lagu bebasnya, peserta dipersilahkan membawakan lagu yang disukainya dengan genre pop. Para peserta membawa sendiri musik lagu yang akan dinyanyikan dengan aransemen musik yang juga ditentukan oleh peserta itu sendiri. Ini bermaksud agar akan keluar para pemenang yang betul-betul terbaik dengan tidak mengekang kebebasan berkreasi para peserta itu sendiri”, ungkap jay panggilan akrabnya, yang juga seorang pencipta lagu dan penyanyi ini.

Baca Juga :  Penumpang Kapal di Bakauheni Diperketat

Untuk hadiah, ujarnya, akan memperebutkan piala gubernur dan jutaan rupiah. Untuk kategori pemenang putra dan putri akan dipisah.

Menyinggung juri yang akan menjadi penilai pada Festival Solo Song, Jay, menegaskan kalau pihaknya tidak sembarangan dalam menetapkan dewan juri. Para dewan juri merupakan pihak yang cukup punya nama dibidang menyanyi. Selain mereka adalah pencipta lagu dan penyanyi yang sudah dikenal luas masyarakat Lampung. Bahkan ada yang pernah mengikuti event internasional.

Sementara itu, Festival Marching Band, yang dikoordinatori Heri, mengatakan bahwa kagiatan ini untuk men-spirit kelompol-kelompok marching band, yang sejak diketuai oleh Ibu Yustin Rido Ficardo, begitu pesat perkembangannya.

“Sejak kepemimpinan Ibu Yustin Ridho Ficardo marching band, yang sempat fakum dan seakan-akan mati suri, kini bergeliat bahkan mencapai prestasi ditingkat nasional. Karenaya dalam perhelatan Lampung Fair kali ini, diadakan juga Fetival Marching Band,” ujar Heri, yang juga pelatih Marching Band. (sl)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed