Rawan Golput dan Coblos Samping

19

Di tengah rendahnya kepercayaan, muncul wacana alternatif untuk membentuk poros ketiga, yaitu poros golput dan apa yang disebut coblos samping.

Inisiator gerakan coblos samping yang juga pegiat hak asasi manusia, Haris Azhar menganggap kedua pasangan calon presiden yang maju dalam pilpres 2019 “irelevan untuk persoalan yang dihadapi bangsa hari ini.”

“Saya menggulirkan kampanye coblos samping bukan karena Ma’ruf Amin, saya menggulirkan kampanye coblos samping karena keduanya memang tidak pantas jadi presiden, dan punya kegagalan, ketidakmampuan menangani persoalan sosial, hak asasi, persoalan hukum dan lingkungan hidup,” tegas Haris.

Pegiat HAM Haris Azhar menganggap kedua pasangan calon presiden yang maju dalam pilpres 2019 “irelevan untuk persoalan yang dihadapi bangsa hari ini.”

Namun dia menegaskan, gerakan coblos samping ini berbeda dengan golput.

Jika menjadi golput, seseorang sama sekali menolak mencoblos dan tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), gerakan coblos samping justru melakukan hal sebaliknya, hanya untuk mencoblos bagian samping di luar kotak pilihan kedua calon untuk mencegah manipulasi suara.

Diakuinya, banyak kalangan yang sinis dengan gerakan dia. Namun, menurut Haris, politik elektoral bukan hanya sekedar memilih presiden, tapi membangun indikator, menunjukkan bahwa ada kelompok ketiga yang menjadi penyeimbang.

“Kalau ini besar, ini bisa jadi pengimbang dari siapa pun yang menang,” kata Haris.

Meski demikian, ada pula yang seperti Birgaldo Sinaga, pendukung berat Jokowi yang mengatakan sangat kecewa dengan penetapan Maruf Amien, namun mengaku tak punya pilihan lain kecuali tetap mendukung Jokowi.

Ia mencuit, “Sebagai seorang Ahoker saya terdiam melihat pilihan Jokowi… Masih terbayang wajah Ahok yg begitu ekspresif di ruang pengadilan atas kesaksian Ketua MUI Ma’ruf Amin.”

Dalam sidang Ahok, Ma’ruf Amien hadir bersaksi sebagai Ketua MUI yang mengeluarkan fatwa soal pidato Ahok yang mengutip Al Maidah 151. Pengadilan kemudian memutuskan bahwa Ahok bersalah melakukan penodaan agama.

Menurut Birgaldo itu yang membuat ratusan ribu orang terus berdemonstrasi dan akhirnya membuat Ahok dipenjara. Namun kemudian, Birgaldo memutuskan untuk tetap mendukung Jokowi.(bbc/iwa)

Tulis Komentar