oleh

Bareskrim cari bukti dugaan, pidana Gunawan Jusuf

Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri berupaya mendapatkan alat bukti tambahan guna membuktikan tuduhan tindak pidana penipuan dan pencucian uang (TPPU) dalam kasus yang diduga melibatkan CEO Gulaku, Gunawan Jusuf.

“Proses yang kami lakukan untuk menambah alat bukti agar suatu penyidikan lebih firm,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Daniel Silitonga, di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka diperlukan sejumlah alat bukti. Jika alat bukti kuat, menurut dia, maka akan membuat jaksa penuntut umum yakin untuk melanjutkan kasus hingga pengadilan.

“Untuk menyangka seseorang menjadi pelaku tidak cukup hanya satu alat bukti. Dalam undang-undang, KUHAP memberikan fasilitas minimal dua alat bukti. Alat bukti yang minimal itu juga kadang-kadang kami tambah dengan alat bukti yang lain agar meyakinkan,” katanya.

Baca Juga :  Tujuh Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet di Mesuji Dibekuk

Ia menuturkan penyidik sejauh ini belum meminta keterangan Gunawan Jusuf.
Silitonga menambahkan, mereka hendak melakukan gelar perkara terlebih dulu untuk memutuskan perlu atau tidaknya Gunaawan Jusuf dimintai keterangan.
“Tidak menutup kemungkinan (Jusuf diperiksa). Kalau sampai harus ke sana (pemeriksaan dia), dilakukan gelar dulu,” kata dia.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan, keputusan Jusuf mencabut gugatan pada sidang praperadilan membuat polisi melanjutkan penyidikan.

“Terus akan jalan (perkaranya). Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan praperadilannya dihentikan, maka dilanjutkan kasusnya. Sekarang penyidikan. Statusnya masih saksi,” kata Dedi.
Dalam perkara ini, Gunawan Jusuf yang merupakan boss Sugar Group Company atau Gulaku berstatus saksi terlapor. Dia dilaporkan mantan rekan bisnisnya, Toh Keng Siong.

Baca Juga :  PH Mencium Penangkapan SA Dipaksakan

Prasetyo menuturkan penyidik saat ini sedang melakukan proses pembuktian secara teliti dan menggunakan metode ilmiah agar menghasilkan kesimpulan yang komprehensif. Selain itu, ahli juga dilibatkan untuk menganalisis kasus ini.
“Polisi tidak boleh gegabah. Proses pembuktian secara ilmiah terus jalan secara komprehensif. Kami mengundang ahli juga untuk memantapkan (penyidikan),” ujarnya.

Ia memastikan personel Kepolisian Indonesia telah melakukan proses hukum sesuai mekanisme yang legal dan prosedural.
Sementara itu, kuasa hukum Gunawan Jusuf, Marx Andryan, belum dapat dikonfirmasi terkait kasus yang diduga melibatkan kliennya. ant

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed