Keluarga Lukas Tagih Janji Dinkes Tuba

93

TULANGBAWANG-Merasa dibohongi, keluarga Muhammad Lukas Rafael (5) warga Desa Gedung Karya, Kecamatan Rawajitu, Tulangbawang (Tuba) yang diduga korban vaksin Measles Rubella (MR), mempertanyakan janji Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuba untuk menyambangi sekaligus memberikan bantuan terhadap Lukas.
Puncaknya, keluarga Lukas menuntut pertanggungjawabkan Dinkes, jika tidak pihak keluarga akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Dinkes pernah janji akan mendatangi kami, tapi sampai hari ini tidak ada satupun perwakilan Dinkes yang dating. Jika tidak ada etikat baik apa boleh buat akan kami bawa ke ranah hukum,” tegas Kakek Lukas, Lukman, saat dihubungi via telepon, Selasa (25/9).
Lukman juga mengaku akan meminta batuan hukum untuk mendorong persoalan ini agar di kemudian hari tidak ada lagi korban MR seperti Lukas.
“Saya akan meminta bantuan hukum. Semoga ke depan tidak ada lagi korban MR seperti Lukas,” harapnya.
Diberitakan sebelumnya, Keluhan keluarga Muhamad Lukas Rafael (5) warga Desa Gedung Karya, Kecamatan Rawajitu, Tulangbawang (Tuba) yang diduga korban vaksin Measles Rubella (MR), akhirnya mendapat respon positif dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulangbawang.
Pihak Dinkes melalui Kepala Dinas dr Herry Noprizal, berjanji akan segera mengunjungi Lukas dan pihak keluarga, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap Lukas. “Ya kami (Dinkes) akan segera berkunjung ke kediaman Lukas dan keluarga,” ungkap Heri, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/9).
Menurut Herry, belum terlaksananya kunjungan Dinkes ke kediaman Lukas selama ini, dengan petimbangan menjaga situasi yang pada saat itu masih dalam kondisi belum kondusif. Langkah ini juga untuk menjaga terjadinya mis komunikasi.
“Bukan maksud kami tidak peduli dengan kondisi Lukas, tapi untuk menjaga mis komunikasi. Alhamdullilah dalam waktu dekat ini kami akan mengunjungi Lukas,” ujarnya.
Terkait maksud kunjungan tersebut, Herry menegaskan sebagai bentuk kepedulian terhadap Lukas.
“ Selain silaturrahmi, kunjungan ini bentuk kepedulian, sekaligus memberikan bantuan,” jelasnya.
Herry juga memastikan pihaknya akan memberikan bantuan terhadap Lukas, namun bantuan ini disesuaikan dengan kemampuan Dinkes.
“Kami juga memberikan bantuan terhadap Lukas, bantuan ini disesuaikan dengan kemampuan Dinkes. Semoga nantinya bisa bermanfaat,” tandasnya.
Ditambahkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tuba, Feriany Said, jika penyuntikan vaksi MR terhadap Lukas sudah sesuai dengan standar Standard Operator Procedure (SOP). Untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas pihaknya meminta hasil diagnose Lukas.
“Ternyata Lukas menderita penyakit Meningoensefalitis,” tegasnya.
Ditegaskan Feriany, jika saat vaksin MR terhadap Lukas itu dilakukan, dosis yang digunakan I ampul MR diperuntukan bagi 8 murid.
“Jadi selain Lukas ada 7 orang teman yang disuntik dan tidak ada masalah,” tandasnya. (Hartawan/JJ).

Haluan TV APK