oleh

KPUD Mesuji Akui Elfianah Sudah Publikasi Status Terpidana

BANDARLAMPUNG-Terkait syarat adminsitrasi Bacaleg Mesuji Elfianah dari partai Nasdem, soal pernah berstatus sebagai terpidana dalam kasus penyalahgunaan pupuk subsidi, KPU Mesuji secara tegas menyatakan jika Elfianah sudah mempublikasikan dirinya di salah satu media massa. Meski demikian, KPU Mesuji terkesan enggan membeberkan nama media massa tersebut.
“Ya artinya dia (Elfianah) sudah sesuai dengan PKPU harus memenuhi empat item itu, termasuk publikasi di media massa. Ya sudah dipublikasikan di media massa,” ungkap Komisioner KPUD Mesuji Imani, saat dikonfirmasi terkait publikasi status terpidana Ellfianah, Senin (25/9).
Imani juga menyayangkan terkait informasi yang di media massa yang diduga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ketua. “Ini saya jadi bingung ini ada kiriman (berita) dari Pena Berlian apa-apa ini. Apa yang disampaikan ketua terkadang berbeda dengan yang ditulis. Ini bahasanya juga sangat luar biasa. Jadi kesimpulan dengan teman-teman kalau media butuh informasi ke kantro ajalah,” kata Imani.
Diberitakan sebelumnya, menyikapi persoalan surat keterangan (Suket) tindak pernah terpidana atas nama Elfianah Bacaleg Mesuji dari partai Nasdem, Pengadilan Negeri (PN) Menggala selalu lembaga yang mengeluarkan Suket berjanji akan melakukan tindakan tegas, setelah menerima pengaduan dari pihak-pihak yang berkeberatan atas Suket tersebut.
“PN tidak bisa mengambil sikap atas surat keterangan tersebut, jika tidak ada pihak-pihak yang melaporkan atas keberatan surat tersebut,” tegas Ketua PN Menggala Yulizar Kilat Daya, SH.MH, saat dihubungi via telepon, Senin (24/9).
Menurut Yulizar, terkait administrasi Suket Bacaleg atas nam Elfianah, pihakya sudah mengeluarkan suket tersebut berdasarkan dokumen kependudukan yang bersangkutan. “Suket itu sudah sesuai dengan dokumen kependudukan yang bersangkutan, soal adanya dugaan identitas ganda itu bukan ranah PN,” ungkapnya.
Namun, tegas Yulizar, pihak tidak bisa memutuskan untuk membatalkan atau membenarkan Suket tersebut. “Silahkan saja laporkan ke kami jika ada dugaan identitas ganda atas suket tersebut. Dasar laporan itu bisa dijadikan dasar untuk kami mengambil sikap,” tandasnya.
Terpisah, Komisioner KPU Lampung Ahmad Fauzan, saat dikonfirmasi mengatakan, jika adanya dugaan kekeliruan PN dalam mengeluarkan surat keterangan tidak pernah terpidana atas nam Elfianah bisa saja yang bersangkutan dicoret.
Namun, ungkapnya, hal tersebut harus dibuktikan dahulu apakah identitas Elfianah tersebut ganda atau tidak. “Itu harus dibuktikan dahulu, apakah benar ada identitas ganda,” tandasnya.
Untuk diketahui, surat keterangan (Suket) tidak pernah sebagai terpidana yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Menggala dengan Nomor 922/SK/HK/07/2018/PN MGL atas nama Elfianah Bacaleg Nasdem Mesuji, terancam dicabut. Desakan untuk mencabut Suket itu juga ditegaskan YLBH-TAP Lampung.
Pasalnya, pihak PN Menggala secara tegas menyatakan jika, nama Elfianah dalam surat itu ternyata berbeda dengan nama Elviana yang pernah berstatus terpidana dalam kasus penyalahgunaan pupuk subsidi.
“Dia (Elfianah) mengubah huruf V menjadi F, setelah dicek ternyata benar surat itu PN Menggala yang mengeluarkan. Namun nama yang dipergunakan berbeda,” ungkap Ketua PN Menggala Yulizar Kilat Daya, SH.MH, saat dihubungi via telepon, belum lama ini.
Meski belum menyatalan akan membatalkan/mencabut surat itu, Yulizar mengaku akan mempelajarinya dulu. “Nantilah kalo itu (membatalkan-red), akan kita pelajari dulu,” ungkap Yulizar, saat ditanya apakah akan membatalkan surat keterangan tersebut.
Terkait hal ini, saat dihubungi via telepon Elfianah, belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan saat dihubungi via SMS juga tidak menjawab. (Tim/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed