Menunggu Sanksi untuk Bupati Mesin Politik, Mungkinkah Bawaslu Berani!

140

VIDEO Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyerahkan bantuan dan memberi penekanan soal nama Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Bawaslu sudah mengetahui keberadaan video itu.

“Kita sudah minta Bawaslu Pesisir Selatan untuk menelusuri dan mencari tahu lebih jauh, apakah video itu dibuat pasca beliau mendukung pasangan Jokowi-Ma’aruf atau jauh sebelum itu,” kata Ketua Bawaslu Sumatera Barat Surya Efitrimen saat dihubungi, Selasa (25/9/2018).

Ia mengaku sudah menerima laporan terkait video tersebut. Jika dalam penelusuran ditemukan adanya unsur pelanggaran, Bupati Pesisir Selatan akan dikenai sanksi.

“Ada sanksinya,” ujar Surya tanpa merinci jenis sanksi yang bisa diberikan.

Agar tidak menimbulkan polemik, ia mengingatkan seluruh kepala daerah yang mendukung salah satu pasangan mengambil cuti di masa kampanye. Kepala daerah juga diimbau tidak menggunakan fasilitas negara selama masa kampanye.

Dalam video berdurasi 41 detik yang viral, Hendrajoni terlihat menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis. Dia bertanya kepada penerima, siapa yang memberi bantuan itu.

Kepala Bagian Humas Pemkab Pesisir Selatan Wendi mengatakan peristiwa di video viral itu terjadi saat upacara gabungan di halaman kantor bupati, Senin (24/9) pagi. Selain apel biasa, kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyerahkan berbagai piagam penghargaan untuk pegawai dan unsur masyarakat lainnya.

Penghargaan itu, antara lain, berkaitan dengan kejuaraan karate di Bangka Belitung, penghargaan Genre BKKBN, dan SK kenaikan pangkat untuk sejumlah ASN.

“Termasuk juga bantuan keuangan untuk badan usaha milik nagari (BUMNag) dan pengembangan pariwisata, di mana dalam video terdengar bupati mempertegas soal bantuan dari Jokowi,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni sudah mengundurkan diri sebagai Ketua DPD PAN Pesisir Selatan. Langkah itu diambil karena ia mendukung Jokowi sebagai calon presiden, yang bertentangan dengan sikap partai.

“Saya tidak ingin membebani partai karena pilihan yang berbeda ini. Jadi saya memilih mengundurkan diri,” kata Hendrajoni kepada wartawan di Padang, Jumat (21/9/2018) malam.

Hendrajoni merupakan satu dari 10 kepala daerah di Sumatera Barat yang menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk melanjutkan jabatan presiden di periode kedua.

Menurut Hendrajoni, ia sudah tidak sejalan dengan kebijakan partai yang merapat ke pasangan Prabowo-Sandi.

“Sebagai bupati, saya merasakan dampak yang cukup bagus dengan kepemimpinan Jokowi selama jadi presiden. Itu sebabnya, saya ingin Jokowi kembali di periode kedua,” Hendrajoni melanjutkan.

Kabar terakhir, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumbar menyatakan akan memeriksa Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni terkait beredarnya video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, Hendrajoni menyebut bantuan yang diserahkan merupakan dari Jokowi.

“Sesuai dengan Peraturan Bawaslu nomor 7 tahun 2018, kami akan menelusuri terkait video tersebut dan akan memeriksa yang bersangkutan,” ujar Ketua Koordirbator Devisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen, Selasa 25 September 2018.

Pihaknya telah menerima kiriman video dan akan menindaklanjuti video yang beredar tersebut. “Kami akan membuktikannya dulu dan akan menyelidiki bagaimana peristiwa sebenarnya, karena kami baru menerima videonya saja,” lanjutnya.

Surya menyebut, pihaknya sudah meminta Bawaslu Pesisir Selatan untuk memeriksa yang bersangkutan. Apa yang dilakukan orang nomor satu di Pesisir Selatan itu kata Surya, kurang tepat karena bertepatan dengan tahun politik.

“Kalau Kepala Daerah ingin kampanye, maka ia seharusnya mengajukan cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara,” sambungnya.

Dalam video tersebut, Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni memberikan bantuan sebanyak Rp500 juta kepada masing-masing OPD dan mengatakan bahwa bantuan tersebut dari salah satu pasangan calon presiden Republik Indonesia, Jokowidodo.

“Ini bantuan dari bapak Jokowi, tahu kan? Ingat, dari bapak Jokowi,” ujarnya dalam video yang berdurasi 40 detik itu.(dsb/iwa)