oleh

Penyidik Kriminal Umum Periksa Kerabat Bupati Lampura dan Oknum TNI

BANDARLAMPUNG – Kasus kematian Yogi Andika, sopir pribadi Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, yang diduga tewas akibat penganiayaan berat, oleh sekelompok orang dekat bupati, kni ditangani Polda Lampung, setelah sempat dikembalikan Jaksa Kejati Lampung. , itu kini diproses di Polda Lampung.

Senin, (24/9), lalu, Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung telah memeriksa kerabat dekat Bupati Lampung Utara, dan dua ajudan Bupati dari unsur TNI sebagai saksi. Terlihat dua wanita menjalani pemeriksaan di ruang Krimum Polda Lampung. Sempat beredar kabar bahwa kerabat itu Ibu Kandung Bupati Lampung Utara. Namun hal itu dibantah Dirkrimum Polda Lampung.

Direkrimum Polda Lampung Kombes Pol Bobby Marpaung, membenarkan adanya pemeriksaan kasus Yogi Adika itu. “Iya benar ada pemeriksaan, tapi bukan ibu kandung bupati, tapi tantenya, dan dua anggota TNI sebagai saksi,” kata Bobby Marpaung.

Baca Juga :  Sekdaprov Ajak Mahasiswa Baru Persiapkan Diri Hadapi Era Revolusi 4.0

Menurut Bobby, proses penyidikan kasus Yogi Andika masih terus di proses di Polda Lampung. “Kita masih terus lengkapi saksi-saksi,” kata Bobby Marpaung.

Terkait kemungkinan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara, Bobby menyatakan hingga kini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap Agung. “Belum, kemungkinan akan diperiksa, nanti kalau sudah pemeriksaan saksi saksi,” katanya.

Kasus kematian Yogi Andika dilaporkan oleh keluarganya ke Polres Lampura dengan nomor laporan polisi: LP/237/III/Polda Lampung/Spk T Res Lam Ut, tanggal 20 Maret 2018. Laporan tersebut langsung disampaikan Fitria Hartati (56) orang tua Yogi Andhika, warga Jalan Bunga Uli 4 No.24 Rt 008, Kelurahan Perum Way Kandis, KecamatanTanjung Senang, Bandarlampung.

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur Kelistrikan, Gubernur Arinal Resmikan 5 Gardu Induk PLN

Kasus Yogi Andika, cukup menjadi perhatian masyarakat. Keluarga korban sempat minta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang kemudian menurunkan tim ke Lampung untuk melakukan investigasi. Kasus kematian Yogi Andika sempat tertunda karena masuk proses Pilkada Lampung Utara, sehingga ada pertimbangan takut ditunggangi kepentingan Politik.(sl)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed