oleh

20 Anggota Dewan Pekalongan Study Komparasi di Pesawaran

PESAWARAN – 20 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah, kunjungi DPRD Kabupaten Pesawaran untuk study komparasi terhadap Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Staf Dewan Pekalongan Bemny diselah selah berjalannya studi banding di Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran menjelaskan, dari 20 anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini terdiri dari Ketua Komisi ll dan Ketua Komisi lV ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman dalam mengelola bidang Kesehatan, Pariwisata dan PAD di Badan Pendapatan Daerah.
“Study komparasi tentang pelayanan kesehatan, Pariwisata dan PAD di Bapenda Pesawaran,” kata Bemny, Rabu (26/9).
Mereka, lanjutnya, tidak hanya berkunjung ke Kabupaten Pesawaran saja, tetapi ketua komisi ll Saeful Bakhri dan ketua komisi lV H Kholis Jazuli, akan berkunjung ke dua kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Rapi Wilayah 03 Tanggamus Sapa Masyarakat di Studio Cahaya 87.9 FM

“Semua yang kita kunjungi tiga DPRD, satu DPRD Kota Metro, DPRD Kota Bandar Lampung dan DPRD Kabupaten Pesawaran dengan bahan perbandingan yang berbeda beda yang akan dijadikan study banding oleh DPRD Pekalongan,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut Anggota Komisi IV Kabupaten Pesawaran, Hipni Idris yang berasal dari fraksi PDIP mengatakan, kunjungan DPRD Kabupaten Pekalongan datang ke Pesawaran untuk mencari tahu bagaimana pengelolaan pemerintah dalam bidang, Pariwasata, kesehatan dan PAD.
“Ya mereka terkesan dengan pariwisata kita yang telah dikenal di berbagai daerah dan bahkan sampai ke mancanegara, dan mereka ingin mengetahui bagaimana kita mempromosikan nya, serta mereka juga mencari tahu tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tentang pementasan terhadap masyarakat miskin dan kesehatan masyarakat yang ditanggung oleh pemerintah sampai 100%,” jelasnya.
Sedangkan, lanjut dia, DPRD Kabupaten Pesawaran, mencari tahu tentang bagaimana Kabupaten Pekalongan mendapatkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari rumah sakit yang mencapai 180 miliar dalam setahun.
“Dalam setahun APBD mereka mencapai 2,2 triliun, dan yang memberikan sumbangsih terbesar dari PAD rumah sakit, ini yang akan kita coba terapkan di Pesawaran, serta pengelolaan tentang home industri mereka yang kita ketahui cukup berkembang terkhusus batik Pekalongan yang sudah di kenal di seluruh daerah,” jelas dia. (Toni/Mus/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed