oleh

100 Pasutri Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

PRINGSEWU – Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 hijriah, Pemkab Pringsewu menyelenggarakan Sidang Isbat nikah terpadu, yang diikuti 100 pasangan suami istri (Pasutri)yang selama ini belum memiliki surat nikah. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Pemkab Pringsewu, Kamis (27/9/2018).
100 pasangan suami istri ini sebetulnya adalah pasangan yang sudah menikah, namun belum memiliki buku nikah atau tercatat oleh negara, disebabkan oleh beberapa hal.
Keseratus pasangan ini berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu, masing-masing berasal dari Kecamatan Pringsewu (11 pasangan), Pardasuka (11 pasangan), Banyumas (17 pasangan), Pantura (12 pasangan), Pagelaran (11 pasangan), Gadingrejo (6 pasangan), Sukoharjo (10 pasangan), Adiluwih (11 pasangan), dan Kecamatan Ambarawa (11 pasangan).
Usai menjalani sidang isbat, keseratus pasangan suami isteri ini diarak menggunakan becak hias berkeliling kota Pringsewu, dengan menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat ibukota Kabupaten Pringsewu, dimulai dari depan Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jalan Jenderal Sudirman, bundaran Tugu Bambu Seribu, Jalan Veteran, Simpang Lima Tugu Pemuda, Jalan KH.Gholib Raya, kembali ke Jalan Jenderal Sudirman, dan fhinis di Pendopo Kabupaten Pringsewu.
Bupati Pringsewu H. Sujadi dalam sambutannya mengatakan, pernikahan adalah tali ikatan suci untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Untuk itu, ada persyaratan yang harus diperhatikan, yakni harus sah menurut agama dan tercatat sesuai ketentuan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Sorot Infrastruktur, Pjs Bupati Mulyadi Irsan: Waykanan jadi Prioritas

Dikatakannya, melalui ikatan perkawinan yang sah secara hukum, tentunya akan membawa ketenangan lahir dan batin sehingga diharapkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga akan lebih harmonis dan bahagia, sehingga terbentuk keluarga yang syakinah, mawadah, dan warrahmah.
Selain sidang isbat massal terpadu ini, perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Kabupaten Pringsewu ini juga disemarakkan dengan pengajian akhbar di Pendopo Kabupaten Pringsewu, menghadirkan penceramah Ustadz Muhammad Dalhar dari Ambarawa, serta pemberian bantuan dari Baznas Kabupaten Pringsewu kepada 50 kaum dhuafa.
Serta digelar juga lomba parade bedug dengan peserta berasal dari 9 kecamatan se Kabupaten Pringsewu. Untuk lomba parade bedug ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp.2 juta untuk juara pertama, Rp.1,5 juta untuk juara kedua, serta Rp.1 juta untuk juara ketiga.(Hermanto/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed