soal Dugaan ‘Identitas Ganda Caleg Mesuji Elfianah, Panwaslu segera Panggil KPUD Mesuji

84
Elviana Khamami

BANDARLAMPUNG- Mengetahui KPUD Mesuji bakal dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), terkait dugaan adanya ‘Permainan’ dan identitas ganda dalam proses pemberkasan syarat administrasi Caleg Mesuji atas nama Elfianah, Panwaslu Mesuji secara tegas akan memanggil pihak KPUD Mesuji untuk dimintai keterangan terkait dugaan tersebut.

“Ya kami segera memanggil pihak KPUD MEsuji untuk dimintai keterangan,” tegas Ketua Panwaslu Mesuji, Apri Susanto, saat dihubungi via telepon, JUmat(28/9/2018) malam.

Menurut Apri, Panwaslu akan melayangkan surat panggilan berupa undangan ke KPUD Mesuji dalam rangka mengklarifikasi dugaan identitas ganda Elfianah caleg dari Partai Nasdem yang juga istri dari Bupati Khamami.
“Ya besok (Sabtu 29/9/2018) kami akan layangkan surat undangan ke KPUD Mesuji untuk dimintai keterangan,” ungkap Apri,

Diberitakan sebelumnya,rencana pelaporan KPUD Mesuji ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), terkait dugaan adanya ‘Permainan’ dan identitas ganda dalam proses pemberkasan syarat administrasi Caleg Mesuji atas nama Elfianah, mendapat respon positif dari KPU Provinsi Lampung.

Bahkan KPU Lampung mengarahkan agar pihak yang akan melaporkan (Solidaritas Mahasiswa Masyarakat Demokrasi-red) untuk lebih teliti dalam mempelajari persoalan tersebut.

“Secara pribadi saya mendukung, tapi saran saya sebelum melaporkan lebih baik dipelajari lebih detil persoalan yang akan dibawa ke DKPP,” saran Komisioner KPU Provinsi Lampung, Ahmad Fauzan, saat dikonfrimasi via telepon, Kamis (27/9/2018).

Terkait persoalan syarat adminsitrasi Caleg dari Partai Nasdem Elfiana itu, Fauzan menegaskan, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPUD Mesuji.

“Menurut Imani (Komisioner KPUD Mesuji-red), syarat administrasi Elfianah sudah lengkap dan sesuai dengan ketentuan. Tapi jika persoalan ini akan dibawa ke DKPP saya menyatakan tidak ada persoalan, silahkan saja,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya identitas ganda atas nama Caleg Mesuji dari Partai Nasdem Elfianah, mendapat sosotan tajam dari sejumlah lembaga penggiat demokrasi. Betapa tidak, aroma ‘Permainan’ dalam proses kelengkapan administrasi Caleg Elfianah ini mengarah pada KPUD Mesuji, yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan fungsinya.

Puncaknya, Solidari Mahasiswa Masyarakat Demokrasi (SOMMASI) mengancam akan melaporkan KPUD Mesuji ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dalam rilis SOMMASI, yang diterima Haluan Lampung, Rabu (26/9/2018) mengungkapkan, pihaknya mengkritik keras atas proses demokrasi di Mesuji dalam hal ini KPUD Mesuji.

“Kami menduga ada “Permainan’ di tubuh KPUD Mesuji terkait pemberkasan syarat administrasi caleg atas nama Elfianah,” ungkap Ketua SOMMASI Nopiyanto.

Dugaan permainan ini, kata Nopiyanto, terlihat dari tidak singkronnya KPUD Mesuji dengan Pengadilan Negeri (PN) Menggala yang telah mengeluarka surat keterangan (Suket) tidak pernah terpidana atas nama Elfianah.

“Antara PN Menggala dengan KPUD Mesuji tidak singkron. Yang mana PN Menggala mengeluarkan Suket tidak pernah berstatus terpidana atas nama Elfianah, sementara KPUD Mesuji mengaku jika syarat adminsitrasi Elfianah sudah terpenuhi, termasuk publikasi pernah berstatus terpidana di media massa,” ungkap Nopi lagi.

Berdasarkan hasil investigasi terbuka, SOMMASI menduga ada upaya untuk menghilangkan status terpidana Elfianah dengan cara-cara melawan hukum.

“Suket Elfianah ini mengarah pada tindakan pembohongan publik, karena jika yang bersangkutan (Elfianah) berdasarkan dokumen kependudukannya tidak pernah berstatus terpidana. Namun, identitas Elviana (berdasarkan putusan MA) berstatus terpidana dalam kasus penggelapan pupuk subsidi. Setelah dipelajari ternyata identitas Elfianah dan Elviana Binti Birta ini orang yang sama yakni, istri dari Bupati Mesuji Khamami,” tegas Nopi.

Untuk itu, pihaknya akan membawa temuan ini ke DKPP. “Kami akan bawa temuan ini ke DKPP,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, terkait syarat adminsitrasi Bacaleg Mesuji Elfianah dari partai Nasdem, soal pernah berstatus sebagai terpidana dalam kasus penyalahgunaan pupuk subsidi, KPU Mesuji secara tegas menyatakan jika Elfianah sudah mempublikasikan dirinya di salah satu media massa. Meski demikian, KPU Mesuji terkesan enggan membeberkan nama media massa tersebut.

“Ya artinya dia (Elfianah) sudah sesuai dengan PKPU harus memenuhi empat item itu, termasuk publikasi di media massa. Ya sudah dipublikasikan di media massa,” ungkap Komisioner KPUD Mesuji Imani, saat dikonfirmasi terkait publikasi status terpidana Ellfianah, Senin (25/9/2018).

Imani juga menyayangkan terkait informasi yang di media massa yang diduga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ketua. “Ini saya jadi bingung ini ada kiriman (berita) dari Pena Berlian apa-apa ini. Apa yang disampaikan ketua terkadang berbeda dengan yang ditulis. Ini bahasanya juga sangat luar biasa. Jadi kesimpulan dengan teman-teman kalau media butuh informasi ke kantro ajalah,” kata Imani.

Untuk diketahui, menyikapi persoalan surat keterangan (Suket) tindak pernah terpidana atas nama Elfianah Bacaleg Mesuji dari partai Nasdem, Pengadilan Negeri (PN) Menggala selalu lembaga yang mengeluarkan Suket berjanji akan melakukan tindakan tegas, setelah menerima pengaduan dari pihak-pihak yang berkeberatan atas Suket tersebut.

“PN tidak bisa mengambil sikap atas surat keterangan tersebut, jika tidak ada pihak-pihak yang melaporkan atas keberatan surat tersebut,” tegas Ketua PN Menggala Yulizar Kilat Daya, SH.MH, saat dihubungi via telepon, Senin (24/9/2018).

Menurut Yulizar, terkait administrasi Suket Bacaleg atas nam Elfianah, pihakya sudah mengeluarkan suket tersebut berdasarkan dokumen kependudukan yang bersangkutan. “Suket itu sudah sesuai dengan dokumen kependudukan yang bersangkutan, soal adanya dugaan identitas ganda itu bukan ranah PN,” ungkapnya.

Namun, tegas Yulizar, pihak tidak bisa memutuskan untuk membatalkan atau membenarkan Suket tersebut. “Silahkan saja laporkan ke kami jika ada dugaan identitas ganda atas suket tersebut. Dasar laporan itu bisa dijadikan dasar untuk kami mengambil sikap,” tandasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Lampung Ahmad Fauzan, saat dikonfirmasi mengatakan, jika adanya dugaan kekeliruan PN dalam mengeluarkan surat keterangan tidak pernah terpidana atas nam Elfianah bisa saja yang bersangkutan dicoret.

Namun, ungkapnya, hal tersebut harus dibuktikan dahulu apakah identitas Elfianah tersebut ganda atau tidak. “Itu harus dibuktikan dahulu, apakah benar ada identitas ganda,” tandasnya.

Untuk diketahui, surat keterangan (Suket) tidak pernah sebagai terpidana yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Menggala dengan Nomor 922/SK/HK/07/2018/PN MGL atas nama Elfianah Bacaleg Nasdem Mesuji, terancam dicabut. Desakan untuk mencabut Suket itu juga ditegaskan YLBH-TAP Lampung.

Pasalnya, pihak PN Menggala secara tegas menyatakan jika, nama Elfianah dalam surat itu ternyata berbeda dengan nama Elviana yang pernah berstatus terpidana dalam kasus penyalahgunaan pupuk subsidi.

“Dia (Elfianah) mengubah huruf V menjadi F, setelah dicek ternyata benar surat itu PN Menggala yang mengeluarkan. Namun nama yang dipergunakan berbeda,” ungkap Ketua PN Menggala Yulizar Kilat Daya, SH.MH, saat dihubungi via telepon, belum lama ini.

Meski belum menyatalan akan membatalkan/mencabut surat itu, Yulizar mengaku akan mempelajarinya dulu. “Nantilah kalo itu (membatalkan-red), akan kita pelajari dulu,” ungkap Yulizar, saat ditanya apakah akan membatalkan surat keterangan tersebut.

Terkait hal ini, saat dihubungi via telepon Elfianah, belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan saat dihubungi via SMS juga tidak menjawab. (Tim/JJ).