oleh

Komisi I DPRD Lamteng, Ultimatum Perusahaan Tak Berijin

LAMPUNGTENGAH – Komisi I DPRD Lampung Tengah ultimatum PT Pratama Austindo Mahardika agar secepatnya mengurus legalitas ijin perusahaan.

“Saya minta pihak PT. Pramana Austindo Mahardika segera mengurus legalitas ijin perusahannya. Paling lambat Kamis besok (04/10/2018), berkas perijinannya sudah diserahkan kepada kami,” tegas
Ketua Komisi I DPRD Lampung Tengah, Firdaus Ali.

Firdaus Ali juga mengingatkan pihak perusahan lebih kooperatif menyikapi persoalan perijinan yang tengah dihadapi perusahaan tersebut.

Peringatan keras Komisi I ini terungkap saat rapat dengar pendapat (hearing) bersama PT Pramana Austindo Mahardika (sebelumnya bernama PT Elders) yang khusus membasa legalitas ijin perubahan nama perusahaan yang diduga bermasalah.

Hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari PT. Pramana Austindo Mahardika, pejabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lampung Tengah, unsur Satpol PP, pejabat kantot Kecamatan Gunung Sugih, serta pejabat Kampung Terbanggi Subing dan BPK.

Baca Juga :  Abaikan Protekes, Pengunjung Serta Pedagang di Simpur Center Banyak Tak Pakai Masker

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Lampung Tengah, Firdaus Ali, didampingi anggota Nyi Made Winerti, Jahri Efendi, M. Hakki, dan Sekretaris DPRD Lamteng Syamsi Roli.

Tak cuma menyoal legalitas perusahaan, cercaan Komisi I juga merembet ke masalah CSR kegiatan pematokan tanah yang dilakukan pihak perusahaan.

“Mohon perusahaan memperhataikan rekomendasi Komisi I ini untuk dijalankan dan ditegakkan. Kita tidak ada keberpihakan, tidak ke kanan atau ke kiri. Rapat ini harus ada kesimpulan, jangan kesannya ada yang ditutup tutupi.” ujar Firdaus.

Menanggapi peringatan keras Komisi I , Ahmad Sahroni, perwakilan PT. Pramana Austindo Mahardika usai hearing, enggan berkomentar.

“Enggak mas, saya takut salah ngasih komentar.” ucapnya seraya meninggalkan ruangan rapat Komisi I DPRD Lampung Tengah.

Baca Juga :  ASN Jadi Pengawas Pilkada? "Bubarkan Saja Bawaslu"

Menurut Firdaus, pertemuan kemarin merupakan musyawarah pertama antara komisi I dengan PT. Pramana Austindo Mahardika dan pihak-pihak terkait.

Sayangnya, perwakilan perusahaan yang hadir tidak dapat memberikan keputusan. Rencananya, Komisi I akan mengagendakan kembali rapat berikutnya.

“Kita akan jadwalkan ulang hearing ini. Saya harap pihak perusahaan yang hadir nantinya bisa mengambil keputusan. Jangan ada alasan lagi tidak bisa hadir hanya untuk mengulur-ulur waktu, karena kita pengen masalah ini cepat selesai,” tegasnya. (Rendra)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed