oleh

Peduli Korban Tsunami, Jurnalis Kota Metro Targetkan Rp1 M

METRO – Peduli korban tsunami Palu dan Donggala, puluhan wartawan dari berbagai media dan lintas organiasi turun ke jalan mengumpulkan donasi dari masyarakat. Tak tanggung-tanggung, targetnya Rp1 miliar.

Koordinator lapangan Roni Zainal Arifin menuturkan, aksi turun ke jalan para jurnalis se-Metro tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah di Tanah Celebes.

“Ini gerakan spontan, melibatkan seluruh teman-teman wartawan se Kota Metro. Aksi sosial ini kita lakukan secara terus menerus sebagai bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara di Palu dan Donggala,” ucapnya.

Roni mengungkapkan, dalam aksi penggalangan dana tersebut pihaknya menargetkan donasi terkumpul sebesar 1 miliar rupiah.

Apa bisa!

“Insya Allah bisa, karena baksos ini akan berlanjut. Dan kami akan membuat posko bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Sebentar lagi akan berdiri posko kami di halaman Masjid Taqwa Metro,” ungkapnya.

Baca Juga :  Makin Parah, Covid-19 di Tanggamus Bertambah 19 Orang

Walikota Metro Achmad Pairin yang mengetahui gerakan peduli Sulteng tersebut mengapresiasi langkah para pewarta.

“Saya apresiasi apa yang di lakukan teman-teman wartawan. Ini membuktikan bahwa wartawan di Kota Metro itu kompak dan cepat tanggap. Dan sebelumnya saya juga telah menginstruksikan seluruh ASN di Metro melalui pak sekda untuk dapat berpartisipasi membantu para korban di Palu dan Donggala dengan ikhlas,” bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan Arby Pratama (26) warga Metro Barat.

“Bagus ya, dan saya sangat mendukung respon dari para wartawan. Karena selama ini saya hanya bisa lihat di berita-berita kalau ada penggalan dana yang dilakukan kelompok tertentu, dan sekarang malah yang buat berita yang juga turun langsung menggalang donasi. Semoga apa yang dilakukan ini akan berjalan dengan lancar dan membawa berkah,” pungkas Arby . (wahyu)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed