oleh

Mahasiswa Unila Tuntut, Wakil Rektor 3 Dipecat

BANDAR LAMPUNG – Ribuan mahasiswa Universitas Lampung yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat menuntut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Karomani dicopot dari jabatannya.

Tuntutan mahasiswa dilakukan dengan melakukan orasi damai di depan gedung Rektorat Unila, Selasa (2/10/2018). Orasi itu dipimpin langsung oleh Jenderal Aliansi Gerakan Mahaiswa Unila Berdaulat, Muhammad Fauzul Adzin.

Dalam orasinya, mahasiwa menuntut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dicopot karena melakukan tindakan diskriminasi kepada mahasiswa dan melakukan upaya politisasi di dalam kampus.

Selain meminta mencopot Karomani, mahasiswa juga meminta mencopot jabatan wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Unila.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

“Kami meminta kepada Rektor untuk segera mencopot Wakil Rektor 3 dan Wakil Dekan 1 dan 3 Fakultas Teknik, karena telah melakukan diskriminasi terhadap mahasiswa serta penyimpangan di luar tanggung jawab dan kewenangannya,” ujar Muhammad.

Di lokasi memperlihatkan ribuan mahasiwa masih melakukan orasi damai di depan gedung rektorat Unila. Para masiswa membawa sejumlah alat peraga bertuliskan sejumlah tuntutan.

Para petugas keamanan berjaga di depan gedung rektorat mengamankan jalannya aksi damai tersebut. Tampak Karomani mengamati aksi damai dengan menunggu di dalam lobi rektorat Unila dengan ditemani Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, Karomani menanggapi santai tuntutan mahasiswa yang meminta dirinya mundur dari jabatan karena dianggap melakukan tindakan diskriminasi kepada mahasiswa dan melakukan upaya politisasi di kampus. Menurutnya, pencopotan jabatan merupakan wewenang Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

Menurut Karomani, tuntutan yang dilakukan mahasiswa tersebut, merupakan kesalahpahaman antara mahasiswa dan pihak universitas. Diantara tuntutan mahasiswa mengenai tidak ada jam malam dan aktivitas di hari libur bagi mahasiswa, merupakan bentuk menjaga keamanan di lingkungan Unila.

“Bukan melarang melakukan aktivitas di malam hari dan dihari libur, tetapi terlebih dahulu mahasiswa untuk melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menjaga ketertiban dan keaman di Unila,” ujar dia saat melakukan konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (2/10/2018). ant

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed