oleh

Keluarga Korban Minta, Pengeroyok Diproses Hukum

BANDAR LAMPUNG – Pihak keluarga Heri Santoso korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh kru bus Puspa Jaya di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, minta Polsek Kedaton melanjutkan proses hukum laporan pengaduan penganiayaan tersebut.

Menurut Asiah (48) ibu kandung korban, warga Desa Sindangsari, Natar, Lampung Selatan itu mengatakan, akibat pengeroyokan yang dilakukan sekitar 6 orang di depan Pul PO Puspa Jaya, Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Sabtu (25/9/2018), sekitar pukul 15.00, putranya Heri Santoso menderita patah tulang hidung dan bola mata kanan mengeluarkan darah.

“Saya minta pak polisi memproses kasus ini agar tidak kebiasaan main kroyok begitu,” ujar Asiah yang ditemani kakak korban Wawan (30), Senin (3/10/2018) petang.
Menurut Asiah, kasus pengeroyokan itu telah dilaporkan ke Polsek Kedaton tak lama setelah anaknya berobat ke rumah sakit, sesuai laporan polisi Nomor:TBL/1084/IX/2018/LPG/Resta Balam/Sektor Kdt, tanggal 29 September 2018.

Baca Juga :  Waspada, Penipuan Pengangkatan CPNS Kembali Terjadi

Dalam laporan Heri Santoso yang ditandatangani Aipda Kabul Basuki disebutkan, pengeroyokan yang dilakukan oleh 6 orang yang belum diketahui namanya bermula saat pelapor (Heri Santoso) mengemudi truk Fuso dan melintas di depan SMK Yadika, Jalan Soekarno-Hatta, Kedaton.

Kendaraan yang dikemudikan pelapor hampir bertabrakan dengan bus Puspa Jaya dan kemudian pada saat Heri Santoso melintas di tempat kejadian (depan pul Puspa Jaya). Truk yang dikemudikan pelapor dihadang.

Kemudian pengemudi bus itu memanggil kawan kawannya dan langsung memukuli pelapor secara beramai ramai. Setelah itu pelapor ditinggalkan kabur. Lalu korban pergi berobat ke klinik.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka dan memar pada bagian wajah. “Saya berharap kasus ini diproses sesuai dengan aturan hukum agar jangan ada lagi pengeroyokan seperti yang terjadi pada anak saya,” ujar Asiah.

Baca Juga :  Tekab 308 Porles Way Kanan Ringkus Pelaku Curmor

Dari penuturan korban, lanjut Asiah, yang terlibat mengeroyok ada sekitar 20-an orang, diantaranya para sopir bus Puspa Jaya. Tetapi yang terlihat korban memukuli ada 6 orang . Usai melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedaton dan Heri melakukan pengobatan ke rumah sakit, setelah sebelumnya berobat ke Klinik Pak Johan di Natar.

Keesokan harinya, Heri Santoso mendatangi pul bus tersebut. Entah bagaimana tiba tiba Heri disodori surat untuk menandatanganinya dan diberi uang pengobatan Rp1,5 juta untuk pengobatan dan pihak bus meminta damai, meskipun saat itu Heri Santoso tidak dipertemukan dengan para pengeroyoknya.lppro.com

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed