oleh

Andi Arief: Pertemuan IMF Hambur-hamburkan Uang

JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, mengkritisi perhelatan sidang tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali. Ia membandingkan dengan program saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diklaim tak pernah menghamburkan uang sebesar kali ini.

“Pak SBY dan kabinet di tahun 2014 tentu tidak berharap pertemuan IMF jadi pesta-pesta yang memakan uang sebesar sekarang. Event internasional yang setara jaman SBY enggak pernah hamburkan uang negara sebesar pertemuan IMF Bali ini,” kata Andi melalui akun Twitter @AndiArief, Minggu 7 Oktober 2018.

Ia menyebut pemerintah menghamburkan uang negara dengan jumlah hampir Rp1 triliun untuk pertemuan yang disebut Andi Arief para rentenir.

Baca Juga :  50,2% Publik Ingin Pilkada 2020 Ditunda

“Kalau Jokowi membatalkan pertemuan IMF di Bali karena alasan gempa Lombok dan Palu, apakah kemudian pak SBY marah? Apakah kemudian petinggi IMF mau kasih sanksi ke RI, Bukankah kita sudah berdaulat dari IMF, mengapa takut?” kata Andi.

Menurutnya, SBY tidak dalam posisi ikut campur dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali. Keputusan melanjutkan atau membatalkan atau mengurangi penghamburan uang dan mempertajam rasa kemanusiaan karena bencana ada pada Jokowi, sebab SBY bukan presiden saat ini.

“Rasa kemanusiaan kita terusik. Indonesia ini juara dunia penanggulangan dan pengurangan risiko bencana. Dicapai dengan kerja keras semua pihak. Tetapi mengapa penjarahan menjadi tontonan dunia di Palu. Kalau mau bicara warisan yang ternoda ya sekarang ini,” kata Andi.

Baca Juga :  Soal Politik Uang, Ini Kata Yusuf Kohar

Sebelumnya, dana hajatan internasional itu disebut Rp855,5 miliar dengan persetujuan DPR. Menurut pemerintah, efisiensi biaya juga sudah dilakukan sebanyak 30 hingga 40 persen.(vv)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed