oleh

Dewi Handajani Kunjungi SMPN 1 Bandar Negeri Semuong

TANGGAMUS– Masih dalam rangkaian kegiatan Bude Sar’i (Bunda Dewi Serap Aspirasi dan Informasi), Jum’at (5/10) Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE., MM., atau akrab disapa Bunda Dewi, kembali melakukan kunjungan mendadak di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bandar Negeri Semuong . Dalam kegiatan tersebut beliau didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si.
Setibanya di lokasi, Bunda Dewi langsung meninjau kondisi lingkungan sekolah, tanpa disambut oleh Kepala Sekolah dan Dewan Guru, karena memang mereka tidak mengetahui kedatangan bupati di sekolahnya. Bunda Dewi pun langsung meninjau suasana kegiatan belajar mengajar di kelas, kantin sekolah, serta toilet siswa dan perpustakaan sekolah.
Usai melakukan pemantauan langsung kondisi sekolah yang dipimpin oleh Dwi Wasono, S.Pd. ini, Bunda Dewi menggelar rapat terbatas bersama Kepala Sekolah dan Jajaran Dewan Guru yang berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah.

Baca Juga :  KPU Waykanan Umumkan DPSS 19-28 September

Dalam rapat tersebut Bunda Dewi menyampaikan beberapa hal, diantaranya sebagai pendidik agar tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga mendidik perilaku, emosi, membentuk karakter anak didik serta kepekaan sosial.

“Mari bersama-sama kita memberikan karya yang baik pada anak-anak kita, tidak hanya memberikan pengetahuan saja tetapi juga dalam sikap dan perilaku mereka sehari-hari, jangan menyamakan kemampuan dan karakter pada anak-anak, tetapi dengan mengacu pada kurikulum 13 ini kita di tuntut untuk dapat melihat kemampuan dan karakter siswa-siswi kita, inilah yang saya harapkan menjadi tugas tambahan juga bagi wali kelas masing-masing agar memiliki catatan dari bakat dan karakter anak didiknya, sehingga memudahkan kita memberikan arahan pada anak didik kita,” ujarnya

Baca Juga :  Tak Punya Kursi, PKS Ikut Nyodorkan Bacalon Wabup Mesuji

Disamping itu Bunda Dewi juga menyampaikan koreksi masalah kebersihan, dimana hal itu bisa dibangun dengan berkomunikasi pada anak didik. Tidak adanya tempat pembuangan sampah yang semestinya, sehingga terjadi penumpukan yang bisa mengganggu kesehatan pada anak didik.

Lebih lanjut Bunda mengatakan masih melihat adanya sarana dan prasarana yang tidak termanfaatkan, seperti papan tulis, toilet. Padahal dengan rasio jumlah murid 600 orang hal itu tidak sebanding.

Bunda juga menghimbau para Guru untuk meningkatkan kemampuannya dengan berbagai media yang ada untuk meningkatkan kemampuan.

“Para Guru Bunda himbau agar memanfaatkan media yang ada, seperti Gadget, untuk meningkatkan kompetensi, sehingga tanpa harus studi banding ke tempat yang dianggap bagus kualitasnya,” tutupnya. (Anton/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed