oleh

Bersama Karang Taruna, AWPI Pesawaran Galang Dana Tsunami Palu-Donggala

PESAWARAN – Sebagai bentuk kepedulian dan rasa simpati atas duka yang telah melanda Palu -Donggala- Mamuju. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonisia (AWPI) Pesawaran dan Karang Taruna Bina Remaja Desa Way Layap, adakan penggalangan dana di Bundaran Tugu P3KP Pemda setempat.
Menurut Ketua DPC AWPI Pesawaran Mussonnip, dalam kegiatan itu, duka yang dirasa oleh saudara-saudara di Palu adalah duka bersama. Dengan dasar rasa peduli dan kemanusiaan Organisasi Asosiasi Wartawan Profesional Indonisia dan Pemuda Pemudi Karang Taruna Bina Remaja Desa Waylayap serta Siswa Siswi SMP N 30 (Stap 1) bergabung satu komando untuk membantu meringankan beban yang diderita saudara yang terkna musibah di Palu.
“Ada kejadian bencana tersebut mengetuk pintu hati kita untuk bergerak membantu meringankan, dan untuk menumbuhkan serta membangun rasa nasionalisme pengurus AWPI. Inilah yang menjadi dasar AWPI dalam penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah” ujarnya, saat ditemui di lokasi penggalangan dana, Rabu (10/10).
Mus Lagor, sapaan akrab ketua AWPI Pesawaran ini menambahkan, terbangunnya kekuatan semangat antara Karang Taruna, AWPI dan Siswa/siswi SMP 30 membuat satu barisan untuk bersatu bergerak bersama, serta dukungan dan suport dari Kepala Desa setempat, agar anak muda mengambil langkah gerak positif dengan cepat untuk membantu korban tsunami di Sulawesi Tengah.
“Kita bergerak atas dasar kemanusiaan sudah seharusnya saling membantu kepada saudara kita yang sedang mendapatkan musibah. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi kita semua, untuk membantu saudara saudara kita yang mendapat musibah,” bebernya.
Sementara Pembina Karang Taruna Bina Remaja Ismet Inanu juga mengatakan, untuk penggalangan hari ini ada bantuan uang dan pakaian layak pakai. Besok karang taruna dan AWPI akan terus berusaha mencari tambahan penggalangan dana kegiatan sosial ini. Sebab, kegiatan itu rencananya akan berlansung selama dua hari.
“Alhamdulillah,saya juga sangat mengapresiasi sekali kepada warga masyarakat way layap, yang begitu antusias untuk membantu para korban bencana gempa dan tsunami di Donggala Sulawesi Tengah, mari bersama kita tunjukan bahwa kita semua bersaudara, luka mereka luka kita semua, derita mereka derita kita juga. Pray for Palu Donggala” tutup ismet yang juga merupakan Kepala Desa Way Layap ini. (Mus/JJ).

Tulis Komentar

Baca Juga :  Dewan Penasehat PWI Lampung Angkat Bicara Soal Permintaan Maaf Alzier

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed