oleh

PAD Retribusi Pasar Disperindag Pesawaran ‘Bocor’

PESAWARAN – Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Retribusi Pasar yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Pasar Kedondong (UPT) Dinas Prindag (Disperindag) Kabupaten Pesawaran kerab mengalami ‘Kebocoran’.
Diduga penyebab kebocoran ini akibat tidak singkronnya pihak swasta, KUPT dan Dinas Prindag dalam mengelola PAD Pasar Kedondong.
“Ini di indikasi ada kebocoran PAD di Dinas Prindag Pesawaran, PAD sebelumnya Rp 43 juta saat ini menjadi Rp 35 juta, nah kita tidak tahu dari KUPT ke Dinas Prindag setornya berapa, makanya kita akan cari sempling seluruh pasar lain, salah satunya pasar kedondong,” ungkap Ketua Pansus DPRD Pesawaran, Hipni Idris, Rabu (10/10).
Ia menilai, PAD di Unit Pelaksana Teknis Pasar Kedondong (UPT) Dinas Prindag Kabupaten Pesawaran didiindikasikan ada kebocoran PAD, sehingga diduga ada kegiatan pungutan liar (Pungli) yang merugikan pemerintah daerah setempat.
Untuk itu, tegasnya, pihaknya akan langsung untuk menangani kebocoran PAD ini, jika ada rekomdasi dari komisi lll.
“Kita akan turun menunggu rekomendasi dari komisi lll dan kita akan minta perincian terhadap KUPT mengenai PAD ke Dinas Prindag berapa yang disetor,” tegasnya.
Sementara saat ditanya pihak swasta yang menjadi korban pemukulan terhadap pihak KUPT beberapa waktu lalu. Ia pastikan hal itu imbas PAD yang tidak singkron.
“Itu mungkin imbasnya PAD yang tidak singkron makanya ada pemukulan terhadap pihak swasta,” kata dia.
Dia juga mengatakan kerja pansus bukan semata menghakimi sebelah pihak. tugas pansus hanya menjalankan perda dan perbup yang ada.
“Kalau memang terbukti dilakukan oleh KUPT maka dapat dilanjutkan ke ranah hukum,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Pesawaran Sam Herman mengeluhkan tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk retribusi pasar yang dibebankan pemerintah daerah.
“Kita kan dipatok dengan target yang tinggi sedangkan kondisi di lapangankan beda, kalau ngomong karcis sih enak Rp3000, tapi pedagang sayurkan kadang-kadang cuman bayar Rp2000, itu sulitnya,” ungkap Sam Herman, saat dihubungi via telepon, belum lama ini.
Dia membeberkan, kalau bicara bocor anggaran terkait retribusi pasar khusus Pasar Kedondong, memang dari dulu sering bocor, namun katanya saat ini Perindag sudah menggunakan pihak ke tiga dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
“Massa iya kita mau berlaku kasar dengan pedagang, jadi kita berharap mereka dapat memenuhi kewajiban, jadi dari Bulan Februari saya sudah menggunakan pihak ketiga untuk menghindari kebocoran dan saya berusaha bagaimana caranya kesepakatan ini dapat terpenuhi oleh pihak ketiga,” katanya.
Jadi tambahnya, dia berusaha bagaimana caranya kesepakatan tersebut dapat terpenuhi oleh pihak ketiga, dalam Mou dengan pihak ketiga dirinya menargetkan sebesar Rp 43 juta, namun tidak tercapai, kemampuan dari pihak ketiga hanya Rp 33 juta sampai dengan Rp 34 juta.
“Tapi saya bilang ini tetap jalan Mou nya tetap dalam tagihan, tagihan oleh pemerintah daerah untuk kekurangan itu, saya menggunakan pihak ketiga ini khusus di Pasar Kedondong aja kalau pasar yang lain nggak, karena pasar Kedondong ini ruwet dan ribet,” ujarnya. (Toni/Mus/JJ).

Tulis Komentar

Baca Juga :  Tiga Paslon Resmi Masuk ‘Gelanggang’ Pilwakot Bandarampung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed