oleh

BNNP Tangkap Dua Wanita Kurir Shabu

BANDAR LAMPUNG – BNNP menangkap dua wanita kurir shabu asal Bogor di Garuntang Telukbetung Selatan Bandarlampung pada Kamis (11/10) lalu dari jaringan kelompok pengedar yang sudah lama diintai polisi.

Selain mengungkap penyelundupan sabu seberat 2 KG, Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP (BNNP) juga menangkap empat penyelundup sabu seberat 500 gram asal Bogor, dan sabu seberat 700 gram yang hendak diambil oleh pengedar.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga, Senin mengatakan, dari perkara sabu seberat 500 gram empat pelaku berhasil dibekuk yakni, Fikriansyah dan Khoirul, warga Garuntang, yang akan mengambil barang tersebut, serta dua wanita yakni Adinda asal Langkapura, dan Adina warga Bogor seorang Kurir.

Baca Juga :  Tekab 308 Polres Mesuji Bekuk Pelaku Curas di Desa Brabasan

Awalnya, Adinda dan Adina menaiki bus DAMRI dari terminal Baranangsiang dan turun di sekitar Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Garuntang pada Sabtu (29/9/2018) sekitar pukul 04.30 WIB. “Nah pas mau diambil sama dua pria, itu mereke melawan dan terpaksa kita ambil tindakan tegas terukur dan terarah, mereka tewas ditembak aparat” ujarnya .

Menurut Tagam, barang haram tersebut berasal dari Bogor dan akan diedarkan di Bandar Lampung. “Ini temuan kita modus berubah, sekarang dari pulau Jawa,” katanya.
Selain itu, BNN juga menangkap Hendri warga Jati Agung, Lampung Selatan dengan barang bukti 700 gram sabu. Ia diamankan di jalan Khairil Anwar, Durian Payung, Tanjung Karang Pusat, pada Senin (8/10/2018) siang.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Istri, Ibenu Soleh Diringkus Polisi

“Pelaku ini mau ambil sabu yang sudah ditanam, di Deket SMA Perintis naik vespa, pas mau kita tangkap di melawan terpaksa kita beri tindakan tegas terukur terarah,” kata Tagam. Tagam menjelaskan saat ini total sudah ada 9 jaringan yang berhasil diungkap, dari 12 total jaringan yang terdeteksi di Lampung.

“Kita terus berupaya untuk tekan angka prevalensi pengguna di Lampung yang urutan ke tiga Sumatera, dan 8 Nasional, makanya selain Penindakan kita juga fokus pada, Pencegahan dengan penguatan sosialisasi P4GN,” katanya.

Sementara Adinda mengaku hanya mengantarkan kawannya Adina, ke Lampung karena Adina tak mengetahui seluk beluk dan lokasi yang hendak dia tuju.
“Saya sama dia satu kerjaan dan kawan, saya cuma anterin aja,” katanya

Baca Juga :  Menteri KKP Edhy Prabowo Terjaring OTT KPK

Kemudian Adina mengaku dijanjikan uang oleh seseorang asal Bogor, untuk mengantarkan barang haram tersebut ke Lampung. “Saya diminta aja, kalau nominal belum dibahas, di sini cuma di kasih ongkos Rp. 550. Ribu, dan saya baru sekali ini,” katanya. lpro.com

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed