oleh

Neraca Perdagangan Lampung Surplus

Bandarlampung – Neraca perdagangan Provinsi Lampung pada Agustus 2018 surplus menyusul nilai ekspor lebih besar dari pada impor.

“Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung bulan Agustus 2018 mengalami surplus, yaitu sebesar 25,65 juta dolar Amerika Serikat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan, surplus neraca perdagangan Agustus 2018 Provinsi Lampung diperoleh dari negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (63,34 juta dolar) dan negara-negara lainnya di luar lima negara utama (Amerika Serikat, Australia, Qatar, Argentina, dan Tiongkok) dan negara-negara Asean (128,81 juta dolar).

Menurutnya, nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2018 mencapai 291,67 juta dolar, mengalami penurunan sebesar 68,00 juta dolar atau turun 18,91 persen dibandingkan ekspor Juli. ant

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

“Nilai ekspor Agustus 2018 ini jika dibandingkan dengan Agustus 2017 yang tercatat 375,42, mengalami penurunan sebesar 83,75 juta dolar atau turun 22,31 persen,” ujarnya.

Lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2018 yaitu batu bara; lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; berbagai produk kimia; serta karet dan barang dari karet.

Sementara, nilai impor Provinsi Lampung pada Agustus 2018 mencapai 266,02 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 26,74 juta atau naik 11,17 persen dibanding Juli.

“Nilai impor Agustus 2018 tersebut masih lebih tinggi 54,54 persen jika dibanding Agustus 2017,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung itu.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

Ia menyebutkan, dari lima golongan barang impor utama pada Agustus 2018, seluruhnya mengalami peningkatan, yaitu masing-masing gula dan kembang gula naik hingga mencapai 123,03 persen; pupuk naik 81,03 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik 40,07 persen; ampas/sisa industri makanan naik 36,37 persen; dan binatang hidup naik 19,73 persen.

Menurutnya, kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Agustus 2018 mencapai 42,29 persen, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 16,01 persen; binatang hidup 9,93 persen; ampas/sisa industri makanan 8,86 persen; pupuk 6,02 persen; dan mesin-mesin/pesawat mekanik 1,47 persen.

Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Agustus 2018 menurut kelompok negara utama berasal dari Amerika Serikat sebesar 64,87 juta dolar Amerika Serikat; Australia 62,15 juta dolar; Qatar 54,79 juta dolar; Singapura 25,95 juta dolar, dan Argentina 16,02 juta dolar. ant

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed