oleh

Syarat Adminitrasi Cakakon Disoal

PRINGSEWU-Pilkakon Pekon Gunungraya, Kecamatan Pegelaran Utara, Pringsewu menyisakan persoalan. Pasalnya, syarat administrasi Calon Kakon Toyim Yusuf yang memperoleh suara terbanyak ditenggarai bermasalah bahkan tidak memiliki ijazah paket A dan B seperti dalam syarat yang ditentukan.

“Ini sudah tugas dan kewajiban panitia Pilkakon ada apa calon yang tidak memenuhi kriteria untuk menjadi calon kepala pekon bisa lolos dan ini juga sudah menjadi kewajiban para penegak hukum untuk secepatnya mengambil langkah hukum agar masyarakat tidak dibodohi dan ini sudah menjadi konsumsi public. Ada apa dibalik lolosnya calon kepala Pekon yang tidak memiliki STTB paket A dan paket B bisa lolos karena jika tidak ada apa- apanya tidak mungkin bisa lolos karena sudah jelas dalam persyaratan untuk menjadi calon itu harus ada STTB sesuai ketentuan,” tegas ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pringsewu(AMPP) Suyudi Gondrong, Minggu (4/11).

Menurutnya, Toyim Yusuf sudah jelas melanggar ketentuan yang berlaku, karena dalam persaratan untuk menjadi Cakakon harus melampirkan Foto Copy STTB atau Ijazah tingkat dasar sampai terakhir yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
“Toyim Yusuf hanya melampirkan foto copy Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sabihi paket A di Kecamatan Kedondong , dan Surat Keterangan Kelulusan dari PKBM GEMMA AL-FAJAR di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ustad Abdul Somad Hadiri Peresmian Masjid Klangenan Pringsewu

Selain itu, Ketua PKBM Sabihi, Nopriadi yang memberikan SKHU paket A perlu dipertanyakan karena dalam SKHU yang diberikan kepada Toyim Yusuf banyak kejanggalan di antaranya Lulus /Tidak Lulus tidak dicoret, tanggal lahir yang bersangkutan salah dan cap di poto copy SKHU hanya sebagian serta ketua PKBM GEMA AL-FAJAR Ajang Ahmad Jaelani itu penting untuk dimintai keterangannya sebagai pihak yang memberikan Surat Keterangan Kelulusan (SKK).

“Jadi terkait masalah ini bukan hanya panitia Pilkakon dan Toyim Yusuf saja yang menjadi bahan pertanyaan publik ,namun Ketua PKBM SABIHI yang menerbitkan paket A dan ketua PKBM GEMA AL-FAJAR yang menerbitkan SKK paket B perlu juga pertanyaan oleh para penegak hukum ,” katanya.

Baca Juga :  Paslon Wajib Melaporkan Dana Kampanye

Hal yang sama juga dipertanyakan oleh salah satu pejabat di Dinas PMP Kabupaten Pringsewu yang tidak mau disebutkan namanya Jum’at( 12/11) mengatakan kenapa panitia Pilkakon bisa meloloskan calon kepala Pekon yang diduga tidak memenuhi persaratan yang telah ditentukan, karena sudah jelas dalam persyaratan yang sudah disetujui bersama bagi calon kepala pekon harus melampirkan Foto Copy STTB atau ijazah tingkat dasar sampai terakhir dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang bukan SKHU yang dimaksud.

“Ini ada apa dengan panitia Pilkakon Pekon Gunungraya Kecamatan Banyumas,” kata sumber. (Her/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed