oleh

Perangi Hoaks , Polda Pantau Medsos 24 Jam

BANDARLAMPUNG – – Kepolisian Daerah Lampung terus gencar melalukan deklarasi ke sejumlah wilayah dalam rangka memerangi berita hoaks yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung.

“Kita lakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlalu mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya. Kita juga mengajak agar masyarakat menyaring terdahulu setiap mendapatkan informasi sebelum membagikannya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, Minggu (11/11).

Dia mengatakan, selain dilakukan penyuluhan dan deklarasi kepada masyarakat, pihaknya juga selalu memantau pergerakan masyarakat dalam menggunakan media sosial (Medsos) oleh Tim Cyber Crime Polda Lampung.

“Selama 24 jam kita terus memantau pergerakan di media sosial yang membuat maupun yang membagikan berita hoaks. Baru-baru ini juga kami menangkap satu pelaku penyebar hoaks asal Lampung Timur. Sekali lagi kami meminta kepada pengguna media sosial khususnya masyarakat Lampug agar untuk menyaring terlebih dahulu informasi yang didapat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Pimpin Taklimat Akhir Wasrik Itjen Kemhan RI Ta 2020

Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat Provinsi Lampung, Andi Surya mengatakan, bahwa berita hoaks adalah berita yang cenderung tidak benar dan berdampak pada sesuatu yang diragukan faktanya.

“Hal-hal seperti ini kita tidak boleh harus mempercayainya. Bagi masyarakat sendiri yang memiliki kemampuan untuk analisis sebuah berita seharusnya dapat melihat apakah benar atau tidaknya berit tersebut,” ujarnya, saat dihubungi melalui teleponnya.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini, berita hoaks yang beredar merupakan sebuah penggiringan isu yang ditujukan untuk orang tertentu. Ia mengimbau kepada masyatakat agar tidak terlalu percaya dan diharuskan untuk memilah dan dicerna dengan baik agar mengetahui mana yang tidak benar dan mana yang menjadi informasi.

Baca Juga :  LBH Pers Minta AH Cabut Gugatan

“Dengan demikian maayarakat dapat melihat apa yang disampaikan itu benar atau tidaknya. Yang terpenting juga adalah penerapan Undang-undang ITE sehingga dapat memerangi berita hoax dengan bantuan hukum yang ada di negara ini,” tandasnya.(ant)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed