oleh

Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp12,8 M Dimusnahkan (open 2)

BANDARLAMPUNG- Sebagai bentuk komitmen untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan ilegal yang berisiko bagi kesehatan, Badan POM terus melakukan pengawasan secara rutin dan komprehensif, yang meliputi pre-market evaluation dan post-market control.

“Tindakan pengamanan dan pemusnahan produk ilegal pun terus digalakkan untuk memastikan bahwa produk tersebut tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Kepala BPOM Bandarlampung Syamsuliani, Senin (26/11), usai pemusnahan obat dan makanan illegal.

Dikatakan Syamsuliani, penegakan hukum yang tegas melalui serangkaian kegiatan pengamanan dan pemusnahan produk ilegal membuktikan Badan POM selalu hadir untuk melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang membahayakan kesehatan.
Sejau ini, pihaknya telah mengamankan produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 1.723 item yang terdiri dari 130.308 kemasan.

” Produk hasil pengawasan yang diamankan terdiri dari Obat 306 item sebanyak 50.984 kemasan. Obat Tradisional 213 item sebanyak 8.799 kemasan, Suplemen Kesehatan terdiri 2 item sebanyak 108 kemasan, Kosmetik 926 item sebanyak 58.365 kemasan dan Pangan 276 item sebanyak 12.052 kemasan, termasuk 1 item produk sebanyak 100 kardus Pangan kedaluwarsa hasil pengawasan Kantor Badan POM di Kabupaten Tulang Bawang senilai 80 juta rupiah,” jelasnya

Baca Juga :  Langganan Banjir, Warga Sukarame Minta Pemerintah Cepat Tangani 

Sehingga total nilai keekonomian obat dan makanan yang dimusnahkan senilai Rp12,8 miliar. Jenis pelanggaran yang ditemukan adalah mengedarkan Obat Tanpa Ijin Edar (TIE) atau tanpa keahlian dan kewenangan, Obat Tradisional TIE dan atau mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), Suplemen Kesehatan TIE, Kosmetik TIE dan atau mengandung bahan berbahaya serta Pangan TIE dan kedaluwarsa. Ungkapnya

“Bila dibandingkan dengan hasil pengawasan tahun 2017 temuan obat dan makanan tidak memenuhi ketentuan 2.039 item dengan nilai keekonomian Rp. 686.353.000 temuan tertinggi masih didominasi produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, diikuti kosmetik, Obat Tradisional, Obat dan Suplemen Kesehatan,” katanya

Di tahun 2018 jumlah item produk obat dan makanan yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan mengalami penurunan, namun bila dilihat dari nilai keekonomian terjadi peningkatan yaitu lebih dari 12,1 milyar rupiah. Temuan yang tertinggi tersebut berasal dari produk kosmetik TIE dan diikuti komoditi produk lainnya.

Baca Juga :  Makan Gratis di Soft Opening Kuliner SPBU Khas Medan

Sebagai tindak lanjut terhadap hasil temuan produk obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, pada hari ini tanggal 26 November 2018 dilakukan pemusnahan. lni menunjukkan bahwa Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandar Lampung terus meningkatkan pengawasan obat dan makanan di wilayah Provinsi Lampung.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kusnardi mengatakan dalam pengawasan obat dan makanan Bandan pom RI tidak dapat berkerja sendiri tetapi di perlukan adanya jejaring kerja yang baik antar stalkhorder dan pemangku kepentingan lainnya, di provinsi Lampung sudah menerbitkan jejaring keamanan pangan.

“Jadi kita semua bahu membahu mengamankan pangan dan obat obatan yang ada di provinsi Lampung, untuk itu pelaksanaan pengawasan secara terpadu antara SKPD di lingkungan yang berbeda di provinsi Lampung Dengan balai besar pom, menjelang hari besar keagamaan tentu nya harus di tingkatan,” jelasnya

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Ikuti Vicon Rapat Paripurna TMMD ke - 41 TA.2020

Dengan adanya Peraturan Gubernur Nomor 36 tahun 2013 sistem ketahanan pangan terpadu Provinsi Lampung dan keputusan gubernur tentang pembentukan tim koordinasi jejaring keamanan pangan di daerah Provinsi Lampung. (Ria/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed