Juwendra Jadi Pembicara .Forum Membangun Generasi Milenial

87

BANDARLAMPUNG – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila menyelenggarakan Forum Sosialisasi Membangun Generasi Milenial di Kampus FEB Unila, Kamis (29/11)

Acara dengan tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa Berdaya Saing di Era Industri 4.0” ini dipandu oleh Akademisi FEB Unila Habibullah Jimad dengan menghadirkan 3 orang pembicara yakni Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati, Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum Henry Subianto dan Praktisi Media Lampung Juwendra Asdiansyah.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unila Prof. Satria Bangsawan mengatakan, sejak tahun 2012 FE Unila telah bertransformasi dari FE ke FEB. Transformasi ini bertujuan untuk menghasilkan alumni yang tidak hanya berorientasi mencari kerja tetapi alumni-alumni yang dapat membuka lapangan kerja.

“Maka kita ingin menghasilkan alumni di era milenial dipadukan dengan era Industri 4.0 ini untuk mampu berdaya saing di kancah internasional. Kita harapkan generasi milenial ini mampu menghasilkan produk-produk inovatif dan berorientasi ekspor,” ujar Satria.

Menurutnya, Provinsi Lampung kaya akan kopi dan produk kerajinaan tangan, potensi ini merupakan peluang yang bisa diambil dengan mengembangkan kearifan lokal yang ada.

“Kenapa tidak kita memanfatkan itu semua. Jika ke Korea, kita akan disambut dengan Kebudayaan Korea, maka di Lampung atau Indonesia kita bisa melakukan hal yang sama. Suatu saat nanti kita harapkan generasi milenial ini mampu memasarkan produk-produk kearifan lokalnya dalam skala global,” harapnya.

Sementara itu Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Septriana Tangkary mengatakan Pemerintah memiliki perhatian serius dalam perkembangan dunia digital di era Industri 4.0.

“Pemerintah memiliki komitmen dengan Gerakan 1000 Startup Nasional. Gerakan ini merupakan gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia untuk menjadi ‘The Digital Energy of Asia’. Program ini sudah kita jalankan dan telah menghasilkan 257 startup,” katanya.

Menurutnya, Presiden Jokowi menginginkan Pemerintah untuk melakukan inovasi besar sehingga kekurangan tenaga kerja bisa terpenuhi dengan meningkatnya daya saing kaum milenial.(ria)

Haluan TV APK