oleh

Rektorat UIN Bantah Ada Mahasiswa Ditahan Polisi

BANDARLAMPUNG – Wakil Rektor III UIN Raden Intan Prof. Dr. H. Syaiful Anwar, M.Pd, mengaku belum mendapat laporan ada mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian paska bentrok Rabu (289/11) kemarin.
kepolisian, Kamis (29/11) sore.

“”Kami belum dapat informasi ada mahasiswa kami yang ditahan oleh kepolisian, “ ungkapnya. Namun Syaiful mengakui ada mahasiswa yang cedera tapi tak sampai luka parah. Ditegaskannya, jika ada mahasiswa yang ditahan oleh kepolisian, pihaknya pasti akan menyikapinya.

Mansur Efendi, Panitia Pelaksana Pemilihan Presiden BEM UIN Raden Intan, mengatakan tidak ada mahasiswa yang ditangkap oleh kepolisian. Namun ia membenarkan ada mahasiswa yang diamankan pada saat baku hamtam.

Baca Juga :  Kejurda Perbakin 2020: Berprestasi Dengan Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

“Tak ada yang ditahan, polisi hanya mahasiswa yang sedang gigih memeluk mempertahankan kotak suara,“ tegasnya.

Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Presiden dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN), Rabu (28/11) berlansung ricuh. Penyebabnya, diduga pemilihan petinggi organisasi mahasiswa ini sarat kecurangan, protes mahasiswa ini juga merambat hingga di depan rektorat dengan melakukan pembakaran ban.
Menurut salah seorang Mahasiswi, Ajril, aksi protes ini bermula mahasiswa saling ejek mengejek sesama pendukung yang kemudian saling lempar benda.(Ongki/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed