oleh

Disdik Pringsewu Tegaskan Ijasah H Jupri Asli

PRINGSEWU- Tudingan atas dugaan ijasah palsu terhadap H Jurpi, Kepala Pekon Kemilin, terpilih terjawab, Dinas Pendidikan Pringsewu secara tegas menyatakan jika ijasah Paket A dan B milik H Jupri asli dan bisa dipertanggungjawabkan.

Penegasan ini disampaikan Dinas Pendidikan Pringsewu dalam bentuk surat pernyataan Nomor 032/PKBM-KHD/XI/2018 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Pringsewu Heri Iswahyudi, Sekretaris Supriyanto dan ketua PKBM Ki Hajar Dewantara Sukiman.
Untuk itu, terkait pelantikan H Jupri sebagai kepala pekon yang sempat tertunda, sudah tidak ada alasan untuk tidak segera dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sekda Pringsewu Budiman.

“Tidak ada persoalan untuk tidak dilantik, bila ada keterangan dari Dinas Pendidikan juga PKBM menyatakan ijasah itu asli,” tegas Budiman, belum lama ini.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Genjot Penyaluran KUR Pada Sektor UMKM

Sebelumnya, terkait penundaan pelantikan Kepala Pekon (Kakon) Kemilin terpilih H Jupri yang dituding miliki ijasah palsu, Sekda Pringsewu Budiman, memastikan tidak ada persoalan untuk tidak melantik H Jupri, selama ada pernyataan dari pihak yang mengeluarkan ijasah tersebut.

“Tidak ada persoalan untuk tidak dilantik, bila ada keterangan dari pihak Dinas Pendidikan dan juga PKBM menyatakan nama tersebut asli,” tegas Budiman, saat ditemui di Kantor Dispenda, Rabu (28/11).
Menurut Budiman, persoalan kasus Pikakon Kemilin, bisa itu dikatan pemalsuan jika ia (H Jupri) tidak bersekolah di situ (PKBM-red).

“Sepanjang pihak Dinas Pendidikan menyatakan tidak palsu, kenapa harus dipermasalahkan dan tidak ada alasan untuk tidak dilantik. Kita menunggu saja peryataan dari dinas terkait. Dasarnya bila dinas mengeluarkan Paket B dari sekolah asa itu tidak ada masalah lagi. Artinya clear, asal sesuai dengan arsip dukomen Dinas Pendidikan yang bersangkutan benar benar perna mengenyam pendidikan Paket B,” ujarnya, seraya menegaskan jika hal itu hanya kesalahan adminsitrasi. “Tinggal pemahaman kita saja, itu cuma kesalahan admistrasi,” tandasnya.

Baca Juga :  Septi Istiqlal Sosialisasi Senam Bersama Untuk Cegah Covid-19

Untuk diketahui, penundaan pelantikan H Jupri sebagai Kepala Pekon Kemilin yang terpilih pada Pilkakon Serantak, lantaran ada keberatan dari lawan politiknya yang mempersoalkan keabsahaan ijasah Paket A dan B milik H Jupri. Belakangan diketahui, jika ijasah tersebut bukan palsu melainkan ada kesalahan penulisan nama bin (orang tua) H Jupri. Meski demikian, pihak PKBM yang mengeluarkan ijasah tersebut sudah mengeluarkan surat pernyataan jika ijasah H Jupri asli dan bukan palsu. (Tim/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed