Kenaikan Harga Gabah ‘Selamatkan’ NTP Lampung

0
59

BANDARLAMPUNG – Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung per November 2018 mengalami penurunan 1,11 persen akibat turunnya harga pada sejumlah komoditas hortikultura dan perikanan budidaya. Secara akumulasi NTP Lampung per November berada pada angka 105,32.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung melaporkan, secara nasional penurunan NTP terjadi pada 16 provinsi, tertinggi di Provinsi Riau yang dipicu oleh faktor yang relatif sama.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum merinci NTP subsektor padi dan palawija sebesar (119,18), Holtikultura (93,81), Tanaman Perkebunan Rakyat (117,29) dan Perikanan Budidaya (95,88).

NTP subsektor padi dan palawija relatif bertahan akibat naiknya harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan sejak awal November ini.

“Peningkatan rata-rata harga kelompok gabah kering panen di tingkat petani sebesar 6,44 persen dan penggilingan 6,31 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum di Bandarlampung, Senin (3/12).

Ia menyebutkan, harga gabah di tingkat petani sebelumnya Rp4.899 per kilogram, sedangkan di tingkat penggilingan harga gabah kering panen mencapai 4.975 per kilogram.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.700 per kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.

Harga gabah terendah, lanjutnya, mencapai Rp4.700 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Muncul terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Namun masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3.700 per kilogram.(ria)

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here