oleh

Haedar: Warga Muhammadiyah Harus Jadi Teladan

BANDARLAMPUNG – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyerukan jemaahnya untuk menjadi teladan dalam menghadapi perbedaan pilihan politik dengan tidak berselisih.

“Dalam tahun politik, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Bahkan, juga wajar jika suasana menghangat atau panas,” kata Haedar pada Peringatan Milad 106 Tahun Muhammadiyah di Graha Bakti Pramuka di Rajabasa Bandarlampung, Rabu (12/120).

Kondisi itu terjadi karena para kontestan dan pendukungnya, berebut simpati masyarakat dengan melakukan berbagai cara. Sementara masyarakat ada yang rasional dan tradisional.

Karena itu, wajar jika situasinya menjadi hangat pada tahun politik. Yang tidak wajar, kata dia, jika perbedaan pilihan atau sikap politik, kemudian bermusuhan antar sesama anak bangsa.

Baca Juga :  Sirekap Mobile dan Website KPU Kembali Disimulasi

Di sini, Muhammadiyah harus menjadi uswatun hasanah, menjadi teladan yang baik bagi warga lain. Membuktikan bahwa perbedaan calon presiden, misalnya, tidak harus bermusuhan dan tetap rukun, ajaknya.

Selanjutnya, Haidar mengatakan, dengan kerendahan hati, dengan berbeda kepentingan dan pilihan, agar warga Muhammadiyah tetap bersatu.

“Jangan berselisih, apalagi sampai melupakan amal usaha,” katanya.

Milad 106 Muhammadiyah dihadiri para pimpinan Muhammadiyah dan pejabat serta sekitar 3.500 jemaah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten kota di Lampung.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Lampung Marzuki Noor menyatakan tidak benar jika ada pertentangan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut dia, antara Muhammadiyah dan NU maupun organisasi Islam lainnya di Indonesia, sama sama ingin membangun Indonesia menjadi lebih maju. Hanya berbeda cara dan pendekatan.

Baca Juga :  KPPS Wajib Rapid: Yang Reaktif Diganti

Muhammadiyah membangun Indonesia dengan pendekatan tiga pilar yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Karena itu, Marzuki mengajak NU dan organisasi Islam untuk bertaawun,l (berlomba), bersama-sama dan bergotong royong membangun Indonesia.(il/iwa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed