oleh

Prabowo: Rakyat Berhak Mengganti Pemimpinnya

CAPRES nomor urut 02, Prabowo Subianto heran seruan ganti presiden diributkan. Padahal, menurut dia, demokrasi menghendaki masyarakat untuk menentukan pemimpinnya.

“Demokrasi berarti rakyat berhak mengganti pemimpinnya kalau rakyat menghendaki. Kenapa, harus ribut ganti pemimpin,” kata Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Senin (17/12).

Dia menganalogikan presiden dengan pilot pesawat dan pengemudi taksi. Menurut mantan Danjen Kopassus itu, pilot dan driver kalau sudah kelihatan tidak andal pantas diganti.

“Kalau pilot pesawat sudah kelihatan kurang andal kan lebih baik pikirku diganti. Kalau pengemudi taksi kelihatannya salah jalan terus, apa enggak lebih baik diganti. Ganti camat, ganti bupati biasa,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Sirekap Mobile dan Website KPU Kembali Disimulasi

Prabowo bercerita, presiden pertama RI Soekarno memilih turun karena jika bertahan berpotensi untuk perang saudara. Kalau haus kekuasaan, kata Prabowo, Soekarno bisa saja menghendaki tak menyerahkan kekuasaan ke Soeharto.

“Proklamator kita pendiri bangsa kita Bang Karno, tahun 65 kalau dia mau terus bertahan Indonesia bisa perang saudara,” ucapnya.

“Kalau Bung Karno ini pikirkan kekuasaan bisa saja beliau, katakan pilih Soeharto atau Soekarno,” sambungnya.

Menurutnya, Soeharto pun demikian. Karena demonstrasi oleh mahasiswa dan aktivis saat itu, Soeharto memilih untuk turun tahta.

Dia kembali mengungkit Pilpres 2014. Bahwa Prabowo merasa tidak diperlakukan dengan adil saat Mahkamah Konstitusi menolak gugatan hasil pemilu saat itu.

Baca Juga :  Gencar Blusukan, WaRu Janji Perbaiki Akses Jalan

“Hakim-hakim MK tidak mau buka bukti-bukti yang kami bawa. Tapi kami ngalah kami terima bahkan saya datang pada pelantikan lawan saya. Ada yang enggak pernah datang kalau lawannya dilantik. Kasih tangan aja enggak mau,” pungkasnya. [mc]

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed