oleh

Total Korupsi Zainuddin Hasan Ternyata Rp106 Miliar

BANDARLAMPUNG-Terungkap, total suap hingga gratifikasi Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (non aktif) mencapai kurang lebih Rp106 miliar. Angka ini berbeda jauh dengan jumlah bukti yang disita KPK saat operasi tangkap tangan (OTT).
“Saat itu, KPK baru mengamankan uang Rp 600 juta pada saat OTT dilakukan 26 Juli 2018. Namun, karena sejumlah fakta hukum berkembang, sampai persidangan hari ini telah ditemukan dugaan penerimaan suap, gratifikasi, dan keuntungan yang tidak semestinya yang berjumlah sekitar Rp 106 miliar,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, dilansir detikcom, Senin (17/12).

Untuk diketahui, Zainudin sudah duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Tipikor Lampung. Dia didakwa setidaknya tiga perbuatan, yaitu:

1. Menerima suap dari rekanan proyek sebesar Rp 72.742.792.145;

2. Menerima keuntungan dari perusahaan yang dikelolanya menggunakan tangan orang lain sebesar Rp 27 miliar; dan

Baca Juga :  Oknum ASN dan Dua Honorer Disdukcapil Pringsewu Diamankan di Kantornya Terkait Narkoba

3. Menerima gratifikasi sebesar Rp 7.162.500.000.
“Peningkatan signifikan jumlah hasil dugaan korupsi seperti inilah yang sering kami sampaikan. Dalam sejumlah kasus, OTT merupakan pintu masuk untuk membongkar korupsi-korupsi yang jauh lebih besar,” kata Febri.

Zainudin menjalani sidang perdana pagi tadi di Pengadilan Tipikor Lampung. Pasal yang didakwakan kepadanya adalah sebagai berikut:
1. Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
2. Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
3. Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.
4. Pasal 3 ayat (1) huruf a, c, dan e Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
Zainuudin juga terima uang dari sejumlah rekanan dengan total Rp71 miliar.
Dalam persidangan itu, JPU dalam surat dakwaannya mengungkapkan, uang tersebut diterima Zainudin, dari puluhan rekanan, yakni Gilang Ramadhan, Aar, Abah Ntis, Alimin, Amas atau Irawan, Amrul atau Ind, Andi R, Andi atau Irawam, Andre T, Madre ST, Angga, Baharudin atau Ertan, Baherami, Beni atau Ali,

Baca Juga :  Wartawan Vs Kadiskes Mesuji: Ribut Dahulu Berdamai Kemudian

Kemudian, Darma, Edo, Eman, Erlandy IY, Erwin, Firman KLD, Firman Nasdem, Hanafi, Hartawan, Hasan IY, Hendra PT, Herwan Lampos, Ibam, Iksan IY, Indra IY, Irul BR, Iyoh, Jeja atau GN, Kasraji CP, Khairul IY, Lamdo, Mad Lela, Mahbun IY, Muslihum, New IY, Nurhusin, Oki Jajuli, Ozi, Pak Anu.

Selanjutnya, Rahmar, Riza Rio, Rohman atau GN, Rudi Apriadi, Ruslan, Rusli Hendra, Saiful Azymar, Saiful Jaro, Sulaiman atau Ijal, Sultan, Tandu Rita, Tedi atau Olo, Tdy KLD, Tomy, Wahyu, Wawan Iqbal, Widodo, Windi, Yudi, Uyung, Sofyan, Iskandar ALIAS Kandar, Wahyu Lesmono, Bobby Zulhaidir, Ardy,
Eka May, Eddy Waluyo, Yati, Sumardi, Tulus, Rusman Effendi dan Ahmad Bastian. (Ddtk/Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed