oleh

Ribu Warga Pulau Sebesi-Sebuku Dievakuasi

“Polda Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung mengevakuasi ribuan warga yang terkena bencana tsunami di Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, Kabupaten Lampung Selatan, dengan empat kapal. Kapal feri dikerahkan untuk evakuasi warga yang terdampak tsunami (Ist)”

BANDARLAMPUNG – “Terdata hingga pagi ini (26/12) yang akan dievakuasi dari Pulau Sebesi sebanyak 957 orang dan Pulau Sebuku sebanyak 50 orang. Mereka akan dievakuasi ke Dermaga V, Pelabuhan Bakauheni, Lamsel,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih, Rabu (26/12).

Sulis menjelaskan, korban bencana tsunami akan dievakuasi menggunakan empat kapal, yaitu KM Jembio, KM Trisula, KM Sabuk Nusantara, dan KM Jatra III.

“Pengangkutan akan difokuskan pada KM Jatra III dan KM Sabuk Nusantara. Sedangkan KM Trisula dan KM Jembio untuk ‘feeder” dari pelabuhan ke kapal,” kata dia menerangkan.

Baca Juga :  Usulan Formasi Guru PPPK Diperpanjang 31 Desember

Kabid Humas menambahkan, hingga pagi ini dua kapal KM Jembio dan KM Trisula sudah siaga di Pulau Sebesi. Untuk dua kapal lainnya, KM Sabuk Nusantara dan KM Jatra III dalam perjalanan.

“Hingga pagi ini kondisi perairan di Pulau Sebesi tenang. Evakuasi sampai saat ini sedang berlangsung,” kata dia.
Sementara, sejumlah nelayan Desa Kenali Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan memutuskan pulang ke desanya menggunakan perahu setelah tiga hari tinggal di pulau-pulau kecil Selat Sunda pasca-stunami pada Sabtu (22/12) malam.

Menggunakan perahu tradisional, para nelayan pulang ke desanya pada Selasa , kendati ombak laut besar dan angin bertiup kencang.

Puluhan nelayan di Desa Kenali yang cemas memikirkan nasib teman-temanya yang tidak kunjung pulang, gembira menyaksikan sejumlah perahu nelayan mendekat bibir pantai.

Baca Juga :  Herman HN Tegaskan, Tidak Ada Biaya Sekolah di Masa Pandemi

Mereka berdiri di tepi pantai, di tempat perahu biasa disandarkan menanti teman-temanya pulang. Mereka gembira setelah melihat sejumlah perahu mendekat dan langsung bersiap menyambut.

Setalah menepi, perahu pun disandarkan dengan didorong bersama-sama naik ke daratan pantai.

Hartono, salah satu nelayan yang pulang kepada Antara, mengatakan senang sampai di desa setelah satu jam setengah berlayar dari pulau.

Dia menyebutkan pulang dengan istri dan anaknya yang masih kecil.

Dia menceritakan saat kejadian stunami, sedang di laut memancing cumi bersama istri dan anaknya. Saat mau terjadi stunami, air laut surut sehingga dia memutuskan menjauh ke tengah, dan akhirnya selamat.

Usai terjadi stunami, dia bersama nelayan lainya yang selamat memilih tinggal sementara di Pulau Kujanan selat sunda kemudian baru memutuskan pulang pada Selasa pagi.

Baca Juga :  4.988.624 Dosis Vaksin Covid-19 Masuk Lampung

Menurut Hartono, masih terdapat sejumlah nelayan di pulau yang belum berani pulang dan minta dievakuasi. (Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed