GANESHA SC PEDULI TSUNAMI LAMPUNG SELATAN

99

Kalianda-Haluanlampung.com- Ganesha Shooting Club (SC) bandar lampung, berikan bantuan berupa sembako untuk korban bencana Tsunami di kecamatan Rajabasa, desa way muli, Lampung selatan, sabtu (27/12/2018).

Dalam kunjunganya Ganesha SC lampung menerjunkan 28 relawan dengan membawa bantuan berupa kebutuhan sembako dan juga peralatan untuk pengungsian selama ini masih sangat minim seperti alas tempat tidur juga selimut.
Bahkan masyakat way muli saat tim Ganesha meninjau beberapa kebutuhan pokok yang harus diutamakan adalah beras, tikar juga selimut bahkan sangat di butuhkan adalah saat ini kebutuhan makanan dan pakaian untuk bayi seperti pempes, susu bayi juga obat obatan.

Mewakili ketua Ganesha SC Propinsi lampung, H. Abu meminta pemerintah agar kedepan dapat mengantisipasi kejadian ini agar tidak terulang lagi, seperti pembagunan DAM, juga tanggul pemecah ombak, sejauh ini pemerintah masih kurang memperhatikan langkah- langkah awal untuk mencegah terjadinya korban bila terjadi bencana tsunami, sehingga dibutuhkan peran penting pemerintah baik daerah hingga pemerintah pusat pasca becana,

Tambahnya lagi, pemerintah harus segera memikirkan langkah selanjut tentang kehidupan masyarakat yang akan datang, dengan merelokasi tempat tinggal sementara hingga dapat membagun lagi rumah rumah masyarakat yang pada umumnya rusak parah.
Club Ganesa datang kesini adalah membantu dan memantau perkembangan setelah pasca becana, khususnya di wilayah terparah terkena tsunami seperti didesa kunjir dan way muli, ungkapnya.
Dilain pihak kepala sat pol PP lampung selatan Heri bastian saat di temui dilokasi bencana desa way munjir.mengaku pihaknya menerjunkan 200 personil anggota untuk membantu pembersihan dilokasi bencana, bahkan untuk pasca bencana pihaknya dibantu dari satu pol PP dari propinsi lampung juga dari satu pol PP Sumatra Selatan sebanyak 2 pelton untuk di kirim kesini.
Tambahnya untuk tagap darurat sesuai perintah pimpinan kita tambah lagi satu pekan mendatang dari hari ini (27/12) kedepan.
“Pihaknya bertugas disini, dua puluh empat jam” Sampai tanggap darurat di berhentikan “ucapnya pada koran ini. (Hermanto)