oleh

Fredy Bersaksi di Sidang Kasus Fee Proyek Lamsel

BANDARLAMPUNG- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menghadirkan enam saksi di persidangan terdakwa perkara suap fee proyek Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) atas terdakwa Zainudin Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarlampung, Senin (7/1)
Enam saksi yang dihadirkan yaitu, Fredy SM (PNS) Sekda Lamsel, Adi Supriyadi (PNS) Dinas PU Lamsel, Gunawan (PNS) Dinas PU Lamsel, Rahmi Febria (PNS) di Dinas PUPR Lamsel, Muhammad Saefudin (PNS) Dinas PU Lamsel, Muhammad Almi (PNS) Dinas PUPR Lamsel.

Fredy SM Sekretaris Daerah (Sekkab) Kabupaten Lampung Selatan mengaku tidak tahu terkait permainan suap fee proyek Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
“Saya enggak tahu terkait itu (suap fee proyek. Red). Baru tahu setelah ada kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Swiss-Belhotel,” ujar Fredy, saat bersaksi .
Lalu, Ketua Majelis Hakim Mien Trisnawati menanyakan kepada Fredy, apakah ia mengetahui apa pernah terdakwa Zainudin selama menjabat sebagai Bupati Lamsel meminta dana untuk memperbaiki rumah pribadi dan mobil pribadi.

“Kalau permintaan dana untuk perbaikan rumah pribadi dan mobil itu tidak pernah, karena juga tidak bisa. Kalau mobil ya harus dinas, rumah juga harus rumah jabatan,” jelas Fredy.
Setelah itu, anggota hakim Mansur menanyakan, apakah Fredy tahu terkait pelelangan proyek di Dinas PUPR Lamsel? Fredy pun menjawab tahu dan menjelaskan bahwa pelelangan itu ada di bawah suatu unit.
“Yang menangani yaitu ULP (Unit Pelayanan Pengadaan),” kata Fredy. (Ria/JJ).

Tulis Komentar
Baca Juga :  Rektor UIN Kukuhkan 4 Guru Besar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed