oleh

Eksistensi Tiga Caleg Terancam

Dua dari PKS, Satu PKB

BANDARLAMPUNG – Dua kasus dugaaan pelanggaran kampanye pemilihan legislatif yang kini ditangani Bawaslu berpotensi mengancam eksistensi dua caleg PKS dan satu caleg PKB untuk menjadi anggota parlemen.

Nasib dua caleg PKS, masing-masing berinisial Z (caleg DPRD Provinsi Lampung) dan H (caleg DPRD Pringsewu), kemarin, Selasa (8/1) dibahas Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Pringsewu.

“Jika syarat formil dan materil sudah lengkap dan dinilai telah memenuhi unsur maka kasus ini bisa lanjut ke tahap penyelidikan,” ujar Ketua Bawaslu Pringsewu, Azis Amriwan, didampingi dua Komisioner Bawaslu Fajar Fakhlevi dan M. Fathul Arifin.

Dua caleg PKS ini dilaporkan membagikan stiker, kalender, dan gula kopi pada acara hajatan sunatan di kediaman Samin di Dusun Sukaratu, RT 002/001, Pekon Pardasuka Timur, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu pada Senin (7-1-19).

Baca Juga :  Ambisi Wahyu Lesmono: Kembali Pimpin PAN dan Menangkan Paslon 02

Kedua caleg diatas (Z dan H) diduga melanggar UU No 27 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 523 ayat (1) junto pasal 280 ayat (1) huruf j yang mengatur bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberi uang atau materi lainnya kepada peserta pemilu.

Selain itu, kedua caleg diduga melanggar Peraturan KPU Nomor 33 tahun 2018, tentang perubahan kedua atas peraturan No 23 tahun 2018 tentang kampanye Pemilu. Kemudian peraturan Bawaslu RI No 23 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Bawaslu No 28 tahun 2018 tentang Pengawasan kampanye pemilu.

Caleg Z mengatakan tidak tahu menahu soal pembagian kalender, stiker, gula kopi. Namun ia mengaku hadir di acara hajatan itu.

Baca Juga :  Debat Wakil Walikota Bandarlampung ‘Banjir Janji’

“Mungkin simpatisan,” ujarnya.


Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar lampung masih terus mendalami dugaan pidana pemilu yang dilakukan caleg DPRD Kota Bandarlampung dari Partai PKB, Nelly Farlinza.

Hari ini, Rabu (9/1), Gakkumdu akan membahas terkait pelanggaran administrasi Pemilu yang sudah finas, yakni Bawaslu merekomendasikan KPU memberikan teguran tertulis.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg Nelly, bermula temuan Panwaslu Kecamatan Panjang yang mengidentifikasi adanya pembagian sembako dan bahan kampanye yang diduga dilakukan Nelly Farlinza.(*/opa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed