oleh

Korban Kriminalisasi Hukum, Pengusaha Mengadu ke Mabes Polri

Bandarlampung – Pengusaha pengembang perumahan Doddy Suhada Purbo, mengadu ke Kapolda Lampung, Kadiv Propam dan Bareskirim Mabes Polri, karena menjadi korban kriminalisasi hukum yang dilakukan sejumlah pelaku.

Doddy Suhada dalam surat pengaduannya, Selasa (7/1-019) menyatakan, dirinya menjadi korban kriminalisasi hukum yang dilakukan oknum penyidik Ads berpangkat kompol bekerja sama dengan sejumlah orang mantan mitra bisnisnya yakni Mjh, dan oknum notaris Hln Rns, yang melakukan pemalsuan akta PT Doland Permata untuk menguasai asetnya lahan tanah seluas tiga hektar lebih di Kecamatan Rajabasa Bandarlampung.

Bahkan Doddy mengaku menjadi korban kriminalisasi hukum yang dilakukan Mjh dan oknum notaris Hln Rns dan penyidik Ads, sehingga dirinya mendekam di tahanan LP Rajabasa selama tiga bulan.

Doddy mengaku menderita kerugian moril dan material hingga mencapai Rp 12 milyar. Usaha perusahaan pengembang perumahan macet dan terjadi sengketa lahan kepemilikan dengan Mjh, yang kini tanahnya dalam posisi statusquo.

Baca Juga :  Cabuli Anak di Bawah Umur, SJ Digelandang Polisi

Doddy juga memperkarakan oknum notaris Hln Rns yang merekayasa membuat akte kloningan atau duplikasi dengan memalsukan akte PT Doland Permata yang asli dan sudah terdaftar di Kemenhum Ham. Dari akte pemalsuan akte ini, Mhj dan notaris Hln merubah npwp, dan akte perusahaan lainnya, termasuk mendapatkan kredit dari Bank BPRCitra Bandarlampung.

Sebelumnya sejumlah oknum notaris bakal jadi calon tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen terkait sengketa pengembang perumahan PT Doland Permata.
Oknum notaris tersebut antara lain, Hln Rn, Jn dan Sj P.

Berkas perkara pidana dalam kasus pemalsuan dokumen kini ditangani aparat penyidik Tipiter Polresta Bandarlampung. Dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk ditindak lanjuti ke meja hijau.

Data yang dihimpun, ketiga oknum notaris tersebut melakukan rekayasa pemalsuan dokumen PT Doland Permata, pengembang perumahan yang berlokasi di Kecamatan Rajabasa Kota Bandarlampung. Kasusnya berlarut-larut mulai sengketa perdata hingga pidana.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Petani Sawit di Mesuji

Rekayasa pemalsuan dokumen oknum notaris tersebut antara lain, akta 06, 07, 08 digelapkan. Mengeluarkan RUPS, merubah susunan pengurus pemegang saham PT Doland secara ilegal. Oknum notaris Hln juga memalsukan data pajak PT Doland Permata.

Kemudian memindahkan hak tanah secara ilegal, sehingga merugikan pemilik PT Doland Permata yang sah, Dodi Suhada Purbo mencapai Rp 12 milyar.

Kasus sengketa pengembang perumahan ini berawal dari akuisisi PT Doland Permata oleh Mujahid dari pemilik lama Dodi Suhada Purbo. Ternyata kerjasama bisnis pengembang dua pengusaha ini tidak berjalan mulus.

Bahkan pemilik lama PT Doland Permata yakni Dodi Suhada Purbo justru dipolisikan oleh Mujahid dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Sehingga Dodi pun diadili dan sempat mendekam di LP Rajabasa beberapa bulan.

Baca Juga :  Polsek Blambangan Umpu Ringkus Pencuri HP

Rupanya modus operandi Mujahid mengkriminalisasi Dodi Suhada Purbo adalah menipu, melakukan penyerobotan penguasaan lahan seluas 3 Ha di Kecamatan Rajabasa milik Dodi Suhada Purbo.

Mujahid yang mengakusisi perusahaan PT Doland Permata ternyata hanya akal-akalan belaka, dengan mengambil alih PT Doland Permata dengan harga murah. Padahal aset Dodi sangat besar dan nilainya Rp 12 milyar.

Sedangkan Mujahid hanya bermodal Rp 600 juta ingin mengambil alih perusahaan pengembang perumahan PT Doland. Bahkan sertifikat tanah pun di balik namakan Mujahid. Namun diblokir oleh pemiliknya dengan persetujuan BPN sehingga proyek perumahan tersebut terkatung – katung dalam posisi statusquo hingga sekarang. mmt.com

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed