oleh

Resmi Itu Resmi Ini Lampung Jadi Ladang Pencitraan Jokowi

sumber foto : tribun news

LAMPUNG seperti ladang pencitraan Jokowi. Di sini, peresmian jalan ton dilakukan berkali-kali, setelah itu ditutup kembali. Dan kabar terbaru menyebutkan, Februari nanti, Jokowi akan meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar, sekaligus meresmikan Bandara Internasional Radin Inten II.

Kabar itu disampaikan Kepala Biro Hukum Pemprov Lampung Zulfikar. Ia adalah salah satu tim pengawasan JTTS tahap II. Sebagai tim pengawas JTTS, Zulfikar tentu sangat paham kemajuan pembangunan JTTS, yang dikatakannya sudah hampir rampung.

“Februari nanti sudah bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Sudah hampir rampung kok, tinggal finishing saja, perbaikan jembatan penyeberangan di sekitar tol,” katanya, Rabu (9/1).

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Hadiri Musyawarah Olahraga Indonesia Woodball Asosiasi Pengurus Provinsi Lampung

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Proyek ruas I dan II JTTS Bakauheni–Kotabaru PT Hutama Karya, Slamet Sudrajat. Hanya saja, Slamet mengaku belum mendapatkan informasi soal rencana peresmian Februari nanti.
.
“Kita belum tahu, tapi kami mendorong JTTS segera diresmikan, karena sudah rampung 100 persen,” tegasnya.

Terkait hal ini, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengkritik model pembangunan ekonomi rezim Jokowi. Menurutnya, di era ini pembangunan ekonomi dilakukan tanpa perencanaan yang matang dan terkesan dilakukan demi kepentingan pemilu.

“Terlalu jelas, terlalu kelihatan bahwa seolah-olah agenda pembangunan ekonomi itu dikaitkan dengan agenda pemilu. Supaya bisa menjadi upacara peresmian, maka dipaksa selesai lebih cepat, dipaksakan pembangunan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan,” kata Sudirman dalam keterangannya, Rabu (9/1).

Baca Juga :  Bank Lampung Siapkan Layanan Pasca Kebakaran di Tanggamus

Tak hanya dilakukan dengan pendekatan pragmatis, kata dia, pembangunan ekonomi di era Jokowi juga meminggirkan pendekatan teknokratik. Sudirman mengatakan, fundamental ekonomi suatu negara dibangun dalam jangka waktu yang panjang. Karenanya, butuh kajian ilmiah terhadap kondisi, potensi, masalah dan isu-isu strategis yang dihadapi Indonesia dalam jangka waktu ke depan.

“Industrialisasi itu tidak mungkin dikelola secara short term, berganti-ganti pemimpin itu tidak mungkin. Saya bayangkan bila membangun food security atau kedaulatan pangan, kemudian energi dan manufaktur tidak dikembalikan kepada teknokrat tadi, maka kita akan terus berjalan di tempat dan akhirnya bermain pada gimmick-gimmick dan bukan fundamental ekonomi,” kata Sudirman.

Karenanya, lanjut Sudirman, saat memimpin Indonesia periode 2019-2024 nanti, Prabowo-Sandi akan fokus mengembalikan model pembangunan ekonomi dengan pendekatan strategis dan teknokratik. Dengan begitu politisasi yang berlebihan terhadap agenda ekonomi negara diharapkan bisa berkurang.

Baca Juga :  Proyek Embung Lapangan Golf Terkesan Tertutup Berpotensi Rugikan Negara

“Pesan dari ekonomi Prabowo-Sandi adalah menumbuhkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan yang kedua bagi masyarakat di kalangan bawah yang penting adalah harga stabil. Prabowo-Sandi akan fokus pada dua hal itu,” kata Sudirman.
(iwa/*)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed